Dilaporkan dalam jurnal Canadian Medical Association Journal (CMAJ), sang wanita diketahui bisa mengeluarkan darah dari kulitnya yang sehat tanpa ada luka atau lesi. Kepada dokter sang wanita bercerita bahwa kondisinya sudah terjadi selama tiga tahun terakhir dan semakin buruk bila sedang stres.
Baca juga: Olivia Menangis Air Mata Darah, Diduga Terkena Penyakit Langka
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa memang cairan merah yang keluar dari wajahnya adalah darah, bukan keringat. Pemeriksaan jaringan kulit juga menunjukkan bahwa semuanya normal-normal saja.
"Kredibel, meskipun kasusnya sedikit, observasi menunjukkan bahwa kejadian keringat darah memang ada," kata dr Jacalyn seperti dikutip dari livescience, Selasa (24/10/2017).
Kanan foto wajah sang wanita saat mengalami episode keringat darah, kiri analisa kulit wajahnya yang tampak normal. Foto: Live Science/CMAJ |
Hingga saat ini belum diketahui apa yang menyebabkan sang wanita bisa mengeluarkan keringat darah. Ada peneliti yang berhipotesis karena tekanan darah tinggi, hormon, sampai kondisi gangguan darah.
Sang wanita pada akhirnya diberikan obat hipertensi yang kemudian ia akui mengurangi kejadian keluarnya keringat darah. Ia juga mendapatkan obat antidepresan untuk mengurangi rasa stresnya bila mengalami hal tersebut di tempat umum.
Baca juga: Hematidrosis si Penyakit Keringat Darah (fds/up)












































Kanan foto wajah sang wanita saat mengalami episode keringat darah, kiri analisa kulit wajahnya yang tampak normal. Foto: Live Science/CMAJ