ADVERTISEMENT

Selasa, 24 Okt 2017 14:00 WIB

Stroke Berulang Picu Kematian? Ini Alasannya

Erika Kurnia - detikHealth
Waspada stroke berulang bisa picu kematian. Foto: Thinkstock
Jakarta - Stroke yang memicu kecacatan karena mempengaruhi saraf bahaya jika terjadi berulang. Salah satu risiko terbesarnya adalah kematian, seperti yang dialami musisi sekaligus personel grup musik Panbers, Benny Panjaitan, setelah tiga kali terserang stroke.

Namun apa alasan serangan stroke yang berulang bisa memicu kematian? Dijelaskan dokter spesialis saraf dari Departemen Neurologi FKUI-RSCM, Prof dr Teguh Ranakusuma, SpS (K), serangan stroke yang berulang untuk kedua kali dan seterusnya biasanya lebih ganas.

"Orang yang sudah kena stroke memiliki kemungkinan tinggi terkena stroke lagi. Itulah sebabnya penanganan pasien stroke harus hati-hati. Ada juga orang yang sudah kena stroke kemudian tidak sadar. Jika gejala stroke terjadi secara berulang, itu artinya pengobatan dan penangan pasien stroke kurang berhasil," katanya kepada detikHealth, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Pertolongan Pertama Saat Keluarga Terserang Stroke

Stroke yang berulang, menurutnya, seringkali lebih berat dibanding stroke yang terjadi sebelumnya. Ini karena ada bagian otak yang terganggu akibat belum sepenuhnya pulih dari serangan stroke terdahulu. Pada serangan stroke berikutnya, gangguan yang sudah dialami akan semakin bertambah parah, dan meningkatkan risiko kecacatan hingga kematian.

Pasien stroke biasanya mendapat berbagai penanganan dan pengobatan di rumah sakit, mulai dari operasi dan pemberian obat pengencer darah. Penanganan tersebut hanya berfungsi mengembalikan atau menyelamatkan fungsi-fungsi tubuh yang masih bisa diselamatkan. Yang terpenting untuk mencegah kekambuhan stroke adalah mengontrol gaya hidup dan pola makan.

"Cara penanganan untuk pasien yang sudah terkena stroke sama seperti tindakan pencegahan stroke itu sendiri, yaitu mengubah pola hidup, kurangi garam, hindari makanan berlemak, daging merah, perbanyak makan sayur, buah dan minum air putih," kata dr Teguh.

Mengontrol tekanan darah adalah hal yang sangat penting, sebab tekanan darah tinggi meningkatkan risiko terkena stroke 4 hingga 6 kali lipat. Tak hanya itu, merokok juga harus dihentikan sebab memicu penggumpalan darah. Kadar kolesterol yang tinggi dapat memicu pembentukan plak atau penimbunan lemak di pembuluh darah.

Baca juga: Gaya Hidup Sehat, Kunci Agar Stroke Tak Kembali 'Menyerang' (up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT