Belajar dari kasus bunuh diri seorang pelajar SMP di Jombang. Permasalahan yang dihadapinya memang terasa berat. Namun akan terasa ringan bila hal ini bisa dicurahkan dengan orang lain, setidaknya dengan teman dekat.
Psikolog anak dan remaja, Rahajeng Ika MSi, Psikolog, mengatakan bahwa curhat bisa dengan siapa saja, termasuk guru maupun psikolog. Menurutnya, pihak sekolah bisa menggandeng psikolog membentuk sebuah program supaya anak yang memiliki beban tertentu tidak mudah stres dan depresi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bisa siapa saja. Guru seharusnya bisa, psikolog kalau ada yang di puskesmas-puskesmas, atau sekolah sebetulnya bisa lho bikin program yang memberdayakan anak-anak ini jadi 'teman' seperti buddy to buddy," kata Ika, sapaan akrabnya saat dihubungi detikHealth.
"Kelompok-kelompok seperti ini bisa dibentuk pihak sekolah dengan bantuan psikolog. Kebayang kan keren banget kalau kita bisa punya social support," tambah Ika.
Menurutnya, program sejenis ini amat bermanfaat. Walau bukan orang tua kandung, namun setidaknya ada orang tua lain yang peduli dan memberi perhatian supaya tak ada kejadian seperti ini dan tak ada lagi anak yang nekat bunuh diri.
"Pada dasarnya orang nggak mungkin tiba-tiba bunuh diri. Selalu ada tahapannya dan selalu ada fase cry for help. Di fase ini kalau dia didengarkan masih akan ada harapan tertolong," pungkas Ika.
Baca juga: Agar di Usia Remaja Tak Gampang Depresi dan Bunuh Diri, Ini Saran Psikolog (hrn/up)











































