Sabtu, 11 Nov 2017 19:04 WIB

Mengatasi Nyeri Pinggang dengan Berenang

Suherni Sulaeman - detikHealth
Foto: Suherni/detikHealth
Jakarta - Sakit pinggang bisa menyerang siapa saja terutama bagi mereka yang aktif bekerja atau yang sudah lanjut usia. Nah, untuk mengurangi rasa sakit tersebut, kira-kira bisakah diterapi dengan olahraga air alias berenang?

Seperti yang diutarakan oleh ahli penyakit saraf, dr Andreas Harry SpS(K) atau yang akrab disapa dr Andreas, hampir 80 persen selama hidup, seseorang pernah mengeluh sakit pinggang. Namun karena sifatnya individual, tentu sakit pinggang tidak hanya dipicu oleh satu gejala atau satu penyakit saja.

"Itu ada banyak penyebabnya. Bisa dari perut, bisa dari ginjal, bisa dari punggung belakang," ujar dr Andreas dalam acara The 5th Worldwide Aquathon Day 2017 yang diselenggarakan oleh Water Exercise Therapy (WET) Indonesia, klub akuarobik berbasis Jakarta di Kembang Kencur, Pejaten Barat, Jakarta Selatan.

Namun dr Andreas mengatakan bahwa prinsip dasar mengatasi sakit pinggang adalah bagaimana menguatkan dinding perut serta dinding otot belakang sebagai penyanggah. Biasanya dr Andreas selalu memberikan anjuran kepada pasien untuk melakukan exercise atau aktivitas fisik yang bisa menguatkan otot punggung dan juga otot perut.

"Ya saya selalu kasih exercise yang bagaimana otot punggung dan otot perutnya ini kuat," terang dr Andreas.

Mengatasi Nyeri Pinggang dengan BerenangFoto: Suherni/detikHealth


Baca juga: Selain Nutrisi, Olahraga Air Juga Baik Bagi Perkembangan Saraf Manusia

Pada kesempatan yang sama, founder dari Water Exercise Therapy (WET) Indonesia sekaligus ketua penyelenggara The 5th Worldwide Aquathon Day 2017 Damiana Widowati, mengatakan bahwa sakit pinggang bisa diterapi melalui water exercise atau olahraga air. Namun, sebelum itu ia harus menanyakan beberapa hal terlebih dahulu.

"Jadi yang paling pertama saya tanyakan adalah sudah pernah ke dokter atau belum. Karena bagaimana pun saya bukan medis," tutur Dotty, sapaan akrabnya.

"Dari dokter biasanya saya tanya lagi. Kebanyakan orang datang ke dokter tulang, padahal yang harusnya dilakukan kalau sudah sampai terjadi sakit yang perih ketusuk-tusuk itu harus ke dokter saraf. Kenapa? Supaya saya tahu apa ada infeksi atau tidak," tuturnya lagi.

Dotty menegaskan, yang ia lakukan bukanlah menyembuhkan saraf tersebut, melainkan membantu melatih otot menjadi kuat supaya saraf tidak tersiksa.

"Jadi intinya ajak semuanya untuk melakukan kegiatan olahraga, paling tidak coba seminggu 3 kali. Seminggu tiga kali hajar sebelum hari ke-3. Jadi otot kita itu punya ingatan 3 hari. Jadi begitu kita benerin nih, begitu dia nggak latihan lagi itu biasanya balik lagi. Jadi saya starting dari nol lagi. Itu kendala dari pelatih," pungkasnya.

Baca juga: Olahraga untuk Pasien Saraf Terjepit

(hrn/up)