Hal ini diungkapkan oleh kepala BPOM, Penny K. Lukito, di sela acara Pencanangan Aksi Nasional Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman (GERMAS SAPA), Rabu (23/11/2017), Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur. Menurutnya, meskipun berdasarkan temuan penggunaan formalin dan boraks pada pangan sudah menurun, produksi formalin akan tetap ada karena kebutuhan untuk industri di luar pangan.
"Formalin itu kan memang ada penggunaannya di industri lain, tapi kan seharusnya tidak masuk ke jalur pangan," ujar Penny, "karena formalin masih ada di jalur perdagangan (agar tidak disalahgunakan) ya dikasih pemahit."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penny menjelaskan bahwa BPOM akan bekerjasama dengan industri-industri formalin untuk mau memasukan pemahit tersebut. Selain itu, sosialisasi pun akan digencarkan kepada masyarakat setelah usaha penambahan pemahit pada formalin berhasil dilakukan.
Dalam acara tersebut, Menteri Kordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani dan Penny sempat mengunjungi salah satu stan untuk mencoba tahu yang sudah diberikan formalin dengan tambahan pemahit.
"Seperti yang sudah dicoba tadi kan katanya pahit, enggak enak," jelas Puan sambil tersenyum.
Baca juga: Penertiban Formalin dan Boraks Pada Makanan Tidak Maksimal
(ask/fds)











































