Jumat, 24 Nov 2017 13:07 WIB

Orgasme Menggebu-gebu Bikin Mata Pria Ini Buta Sebelah

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Mata seorang pria buta sebelah karena orgasme yang menggebu-gebu. Foto: thinkstock Mata seorang pria buta sebelah karena orgasme yang menggebu-gebu. Foto: thinkstock
Jakarta - Hari itu seorang pria mendatangi instalasi gawat darurat di sebuah rumah sakit dengan keluhan matanya buta sebelah. Si pasien sendiri mengaku baru menyadari hal ini ketika bangun tidur paginya.

Insiden ini dialami seorang pria yang tidak disebutkan asalnya dalam laporan British Medical Journal baru-baru ini.

Baca juga: Berhenti Masturbasi, Apa Efeknya Terhadap Kesehatan?

Belakangan setelah diajak bicara, pria yang hanya diketahui berusia 29 tahun itu mengaku malam sebelumnya ia berhubungan intim 'terlalu menggebu-gebu'.

Dari situ tim dokter menduga ini ada kaitannya. Diduga si pasien mengalami manuver Valsalva, di mana terjadi ketegangan pada otot perut akibat menahan napas di dalam dada.

Tekanan akibat menahan napas ini ternyata bisa mengakibatkan pecahnya pembuluh darah di mata si pasien pasca berhubungan seksual.

Namun mereka tidak memberikan diagnosis yang jelas dan si pasien diminta kembali lagi ke rumah sakit tiga hari kemudian untuk dievaluasi keadaannya.

Baca juga: Ngeri! Wanita Ini Buta Sesaat ketika Orgasme

Di hari ketiga, ia diperiksa oleh dokter yang berbeda. Akan tetapi dokter ini langsung menanyakan aktivitas seksual yang dilakukannya sebelum musibah itu terjadi.

Dalam jurnal disebutkan bahwa 'hubungan seks yang menggebu-gebu' ini memberikan petunjuk langsung pada diagnosis 'postcoital valsalva retinopathy', atau gangguan penglihatan akibat manuver Valsalva pasca bercinta. Demikian seperti dikutip dari Daily Mail.

Untungnya menurut dokter, kondisi tersebut dapat pulih dengan sendirinya. Manuver ini cenderung lebih sering ditemukan pada laki-laki karena kebiasaan mereka menahan napas demi menunda ejakulasi.

Baca juga: Menghadapi Pasangan yang 'Brutal' saat Bercinta

Manuver Valsalva juga dapat mengakibatkan hilang ingatan karena tekanan yang intens di pembuluh darah dalam otak menyebabkan kurangnya aliran darah ke otak, yang kemudian memicu terjadinya amnesia.

Bahkan dalam literatur lain pernah disebutkan satu kasus di mana manuver tersebut menyebabkan pecahnya pembuluh darah di leher.

(lll/fds)