Senin, 11 Des 2017 11:12 WIB

Atasi Kecanduan Gagdet, Gigi Hadid Putuskan 'Break' dari Medsos

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Gigi Hadid memutuskan rehat dari media sosial dalam sepekan. (Foto: Getty Images)
Jakarta - Pekan lalu atau tepatnya pada tanggal 5 Desember, Gigi menuliskan cuitan tentang dirinya yang akan memulai sepekan tanpa gadget dan sosial media.

Sejak itu pula tidak terlihat aktivitas berarti di akun Twitter kekasih penyanyi Zayn Malik tersebut, termasuk di akun Instagramnya.

Gigi mengatakan, hal ini dilakukannya demi 'kesehatan jiwanya'. Padahal gadis berusia 22 tahun itu diketahui merupakan seorang pengguna media sosial yang aktif.

Berbagai penelitian menyebut dewasa ini makin banyak orang yang sulit melepaskan diri dari ponselnya. Salah satu penyebabnya adalah karena adanya media sosial.

"Peneliti melihat adanya kaitan antara penggunaan media sosial dengan bagian otak yang bertanggung jawab pada pengelolaan rasa senang, yang bertugas memberikan sensasi kepuasan atas pencapaian reputasi sosial," kata ahli kejiwaan dr Leonardi A Goenawan kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

Nah, ketika media sosial digunakan secara berlebihan, maka terjadi perubahan pada bagian otak yang menyerupai perubahan pada otak pecandu, contohnya pecandu narkotika.

Menghabiskan waktu dengan media sosial juga diyakini memicu stres. Sebuah studi mengatakan sering mengecek ponsel justru membuat seseorang cenderung mencemaskan banyak hal, misalnya takut ketinggalan berita.

Baca juga: Bisakah Mengenali Gangguan Kejiwaan dari Perilaku di Medsos?

Ternyata ini bukan kali pertama Gigi rehat dari media sosial. Pada Desember tahun lalu, kakak dari Bella Hadid itu juga pernah hiatus dari media sosial, bahkan hingga sebulan lamanya.

Ia sempat menjelaskan alasannya lewat wawancara dengan majalah Harper Bazaar beberapa waktu lalu. Gigi pun mengaku tak peduli dengan apa yang dikatakan follower atau fansnya terkait keputusannya itu.

"Seluruh dunia seolah merasa berhak untuk ikut campur dalam kehidupan orang lain, yang menurutku sangat gila. Jadi saya akan rehat kapanpun aku ingin, dan ketika aku kembali, aku akan membaginya denganmu. Jika kamu ingin bersikap suportif dan tetap menjadi follower-ku, itu luar biasa. Tetapi jika kamu kecewa mendengar aku ingin menjadi manusia dalam sebulan, maka mungkin aku takkan ingin kamu menjadi follower-ku juga," tuturnya.

Baca juga: Liburan, Waktu yang Tepat untuk 'Detoks' dari Media Sosial

Lantas apa manfaatnya? Dikutip dari Elite Daily, rehat dari media sosial akan mengurangi kecemasan Anda ketika melihat unggahan status atau cuitan orang. Kedua, Anda akan punya lebih banyak waktu, sebab studi yang dilakukan pada bulan Maret 2017 mengungkap, tiap orang rata-rata menghabiskan waktu selama dua jam setiap harinya untuk membuka-buka media sosial.

Padahal jika dua jam itu tidak lagi digunakan untuk bermedia sosial, Anda bisa melakukan hal lain seperti berolahraga ringan, meditasi, menonton film, membaca, tidur atau ngobrol dengan teman Anda, yang jelas-jelas lebih bermanfaat.

Berani mencoba?

Baca juga: 5 Alasan Sehat untuk Jauhi Ponsel di Malam Minggu (lll/up)