Nah, studi terbaru dari Belanda menyebut dampak buruk begadang tak cuma itu. Terlalu sering begadang juga bisa mengacaukan otak, dan bisa meningkatkan risiko mengalami alzheimer.
Baca juga: Catat, Ini Penyebab Kematian pada Pasien Alzheimer
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amyloid beta adalah protein yang disebut bertanggung jawab terhadap munculnya penyakit alzheimer. Semakin tinggi kadar protein tersebut ditemukan di dalam otak, semakin tinggi pula risiko seseorang mengalami alzheimer.
Dikutip dari EurekAlert! Hasil penelitian menyebut hal sesimpel tidak tidur nyenyak saja bisa meningkatkan kadar amyloid beta di otak. Pada partisipan yang begadang, kadar amyloid beta di otak meningkat hingga 6 persen.
Jika ini berlanjut, kadar amyloid beta yang ada di otak bisa mengendap hingga akhirnya mengganggu proses perekaman memori, yang berujung pada pikun. Gangguan pada sistem memori otak bisa memicu gangguan lain seperti gangguan kepribadian hingga pengambilan keputusan, yang merupakan gejala umum penyaki alzheimer.
Meski begitu, peneliti menemukan kadar amyloid beta bisa menurun jika seseorang tidur nyenyak. Karena itu peneliti mengatakan kualitas tidur seseorang sangat berpengaruh terhadap kesehatan otaknya.
Baca juga: Sering Ngorok? Waspada Risiko Alzheimer Meningkat
(mrs/up)











































