Dr Wong Seng Meng dari The Cancer Centre, Singapore Medical Group, mengatakan bahwa immunotherapy adalah pengobatan kanker yang menggunakan daya tahan tubuh pasien untuk melawan sel kanker. Dengan begitu, efek samping yang dirasakan pasien dari pengobatan akan lebih rendah.
Baca juga: Targeted Therapy, Pengobatan Kanker Tanpa Melihat Lokasi
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun perkembangan teknologi kedokteran dan obat-obatan memungkinkan immunotherapy memasuki babak baru. Saat ini, immunotherapy terbilang cukup sukses berdasarkan penelitian-penelitian yang sudah dipublikasikan.
Secara ringkas, Dr Wong menyebut immunotherapy kini bisa mengenali sel kanker lebih baik, dengan memerhatikan immune checkpoint inhibitor. Immunotherapy memungkinkan 'penyamaran' sel kanker terkuak, sehingga terdeteksi sebagai ancaman dan penyakit oleh sistem kekebalan tubuh.
Dr Wong mengatakan saat ini immunotherapy sudah mulai ia gunakan sebagai terapi lini pertama bagi pengobatan kanker di klinik The Cancer Centre. Meski biaya yang dikeluarkan pasien lebih mahal, hal tersebut menurutnya sebanding dengan hasil optimal dan efek samping rendah yang diterima pasien.
"80 Persen pasien kanker mengalami hasil positif dengan immunotherapy, seperti tumor yang mengecil. Dan sangat sedikit, bisa dikatakan kurang dari 10 persen, pasien yang mengalami efek samping serius," tutupnya.
Baca juga: Doyan Makan Steak dan Sosis? Waspada Risiko Kanker Usus Besar
(mrs/up)










































