Terkait hal tersebut peneliti tengah mengembangkan antibodi yang dapat melawan virus. Peneliti melakukannya dengan sengaja memasukkan bagian dari MERS-Cov ke dalam sapi yang telah dimodifikasi secara genetik.
Baca juga: Urine Unta, Dari Pengobatan Tradisional hingga Penebar MERS-Cov
Dipublikasi dalam jurnal The Lancet, sapi memiliki sebagian kecil DNA manusia sehingga tubuhnya bisa menghasilkan antibodi untuk manusia. Ketika MERS-Cov dikenalkan maka tubuhnya akan 'mempelajari' virus dan menghasilkan antibodi yang kemudian bisa dipanen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Uji klinis awal menunjukkan bahwa antibodi yang dipanen dari sapi dapat digunakan secara aman. Selain itu antibodi juga masih bisa terdeteksi di tubuh seorang pasien lebih dari 90 hari sehingga memberikan perlindungan lebih lama dari usia virus.
"Ini adalah studi pertama yang melihat potensi keamanan dan efek perlindungan terapi untuk MERS. Data studi kami menunjukkan bahwa SAB-301 aman digunakan sehingga dijamin studi ini akan terus berlanjut," kata John.
Langkah berikutnya peneliti akan melihat seberapa efektif antibodi dari sapi ini melindungi seseorag dari flu unta.
Baca juga: Sistem Imun Sapi Bisa Jadi Kunci Vaksin HIV (fds/up)











































