Dipublikasi dalam jurnal Nature, para peneliti dari International Aids Vaccine Initiative dan The Scripps Research Institute melihat bagaimana reaksi sistem imun sapi terhadap HIV. Hasilnya membuat para peneliti terkejut karena dengan cepat tubuh sapi ternyata mampu membentuk antibodi.
Baca juga: 5 Kabar Penularan HIV-AIDS yang Ternyata Hoax
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini HIV sulit untuk dihadapi karena memang sifatnya yang mudah bermutasi. Setiap kali tubuh pasien mengembangkan sistem imun yang bisa melawan virus akan berubah sehingga pada akhirnya tubuh kewalahan.
Namun sebagian kecil pasien diketahui bisa mengembangkan antibodi yang secara luas bisa melawan beragam bentuk mutasi HIV. Nah cara untuk memperoleh antibodi inilah yang hingga sekarang dicari peneliti.
Pada sapi antibodi yang bisa melawan HIV secara tersebut diketahui bisa terbentuk hanya dalam waktu beberapa minggu saja. Peneliti menduga sistem imun sapi kuat karena memang harus menjaga karena saluran cerna mereka yang kompleks dan dipenuhi bakteri.
dr Sok mengatakan pada hari ke-42 setelah terpapar HIV sistem imun sapi terbukti dapat memusnahkan sekitar 20 persen virus. Dibiarkan lebih lama, pada hari ke-381 sistem imun sapi berhasil memusnahkan sekitar 96 persen HIV yang ada.
Dengan demikian ke depannya diharapkan sapi bisa jadi kunci vaksin yang dapat membantu manusia melawan HIV.
Baca juga: Studi Temukan Ada Anak yang Memiliki Imunitas Alami Terhadap AIDS
(fds/up)











































