Selasa, 16 Jan 2018 14:05 WIB

Campak dan Gizi Buruk di Asmat Semakin Parah Ditambah Adanya Infeksi

Widiya Wiyanti - detikHealth
Bantuan diberikan ke warga Asmat yang tengah dilanda gizi buruk dan campak. (Foto: Dok. Tim Ekspedisi NKRI)
Jakarta - Mewabahnya campak ditambah dengan gizi buruk yang melanda Kabupaten Asmat, Papua, menjadikannya sebagai daerah kejadian luar basa (KLB) beberapa bulan terakhir ini.

Bertambahnya kasus campak dan gizi buruk ini dikatakan Direktur Gizi Masyarakat Kemenkes RI, Ir Doddy Izwardy, MA adalah suatu hal yang merupakan timbal balik.

"Mana campak atau gizi buruk dulu? Ada anak kurus kena campak jadi gizi buruk, karena anaknya nggak diimunisasi campak. Ada juga yang sebenarnya campak ada kaitannya dengan virus yang buat anak nafsu makannya menurun, jadi gizi buruk," jelas Doddy saat press conference di Kemenkes RI, Selasa (16/1/2018).

Baca juga: Pemprov Papua Kaget 61 Anak Asmat Meninggal karena Gizi Buruk

Doddy juga menyebutkan bahwa sebelumnya, di daerah Papua kasus gizi buruk menurun. Namun dilihat per kabupaten, Kabupaten Asmat lah yang mengalami kenaikan paling besar.

"Jadi ada faktor yang hubungannya antara kekurangan gizi dengan infeksi. Tapi pas di Papua ini terjadi infeksinya adalah penyakit campak," tuturnya.

"Ada yang campak terus gizi buruk, meninggalnya ternyata karena radang paru-paru," imbuhnya.

Maka dari itu, Kementerian Kesehatan RI mengirimkan 39 tenaga kesehatan, meliputi 11 dokter spesialis, 4 dokter umum, perawat, ahli gizi, tenaga kesehatan lingkungan, dan surveilans.

Tim tersebut bertugas untuk melakukan pengobatan dan imunisasi menyeluruh di Kabupaten Asmat. Diharapkan dengan diterjunkannya tim tersebut, campak dan gizi buruk bisa ditangani dengan cepat.

Baca juga: KLB Campak dan Gizi Buruk di Asmat, Kemenkes Kirim 39 Tenaga Kesehatan (wdw/up)