Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) tidak tinggal diam. Kemenkes mengirimkan tim bantuan yang berisi 39 tenaga kesehatan untuk menangani dan mengobati campak serta gizi buruk di Kabupaten Asmat.
Ditemui di Gedung Saleh Afif, Kementerian PPN/Bappenas, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengatakan bahwa timnya tersebut sudah bekerja di sana. Serta bekerja sama dengan TNI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Analisis Kemenko PMK soal Tragedi Gizi Buruk di Asmat
Menkes menyampaikan bahwa yang pertama ditangani adalah kasus gizi buruk dengan memberikan makanan tambahan berupa biskuit untuk pemulihan. Kemudian diikuti dengan imunisasi dasar yang lengkap bagi balita di Asmat.
"Karena tidak mungkin kalau imunisasi dulu, gizinya buruk penyakit akan terus berdua itu akan saling terkait," tambah Menkes Nila.
Sementara itu, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr Anung Sugihantono, MKes menjelaskan bahwa persoalan gizi ini memang harus segera diselesaikan. Dengan adanya kompleksitas antara gizi buruk dan penyakit menular, makanan tambahan yang berbasis lokal juga bisa dijadikan pilihan sebagai makanan tambahan untuk pemulihan.
"Tapi kita tidak bertumpu pada makanan tambahan pabrikan, kita juga bertumpu sekaligus pada makanan lokal yang tersedia di sana," pungkasnya.
Baca juga: KLB Campak dan Gizi Buruk di Asmat, Kemenkes Kirim 39 Tenaga Kesehatan
(wdw/up)











































