Kamis, 18 Jan 2018 19:31 WIB

Ugh, Sains Mencoba Jelaskan Makna Suara Lenguhan Petenis

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Suara ugh dari petenis dijelaskan secara ilmiah. Foto: Reuters Suara 'ugh' dari petenis dijelaskan secara ilmiah. Foto: Reuters
Jakarta - Ugh. Australia Terbuka kali ini diwarnai isu di mana sejumlah penonton merasa terganggu dengan suara lenguhan petenis asal Belarusia, Aryna Sabalenka yang dianggap terlalu nyaring dalam pertandingan.

Faktanya, hampir semua petenis dunia seperti Maria Sharapova, Serena Williams hingga Rafael Nadal dan Novak Djokovic suka mengeluarkan suara 'ugh' yang kencang seperti ini dalam pertandingan-pertandingan mereka.

Menariknya, fenomena ini kemudian coba dijelaskan secara ilmiah oleh sejumlah peneliti. Dalam sebuah studi yang dipublikasikan jurnal PLoS beberapa waktu lalu, grunting atau suara melenguh pada petenis bisa jadi dimanfaatkan untuk menutupi 'pesan penting' yang dikirimkan seorang pemain kepada lawannya.

Peneliti membuktikannya dengan meminta sejumlah partisipan menonton video klip berisi para petenis profesional yang memukul bola, baik dengan suara lenguhan maupun tidak. Mereka lalu diminta menentukan seberapa cepat dan akurat bolanya dikembalikan oleh lawan mereka.

Wow, ternyata suara lenguhan itu berdampak pada kecepatan dan akurasi pemain saat menampik bola dari lawannya.

Hal ini karena ketika dibuktikan di lapangan, peneliti dari Duke University, AS tersebut mencatat, lawan mengalami perlambatan selama 30 milisecond saat mengembalikan bola, utamanya jika pemain mengirimkan 'pesan' berupa lenguhan tadi.

Muncul dugaan bahwa suara lenguhan itu memang difungsikan untuk mengalihkan perhatian lawan. Ketika lawan seharusnya memperhatikan kapan raket menyentuh bola dan menentukan kapan mereka seharusnya mengembalikan bola, suara lenguhan tadi akan mengganggu atau mengecoh panca indera serta 'timing' mereka.

Baca juga: Bakat Unik Bintang Tenis Slovakia, Bisa Bedakan Bola dari Baunya

Akan tetapi dari sisi pemain yang suka mengeluarkan suara 'ugh', kebiasaan ini dirasa menguntungkan. Penelitian lain yang dipublikasikan dalam jurnal Pub Med di tahun 2014 bertajuk The Effects of "Grunting" on Serve and Forehand Velocity in Collegiate Tennis Players menemukan, melenguh seperti ini dapat meningkatkan performa pemain tenis.

Pada pemain tenis amatir (mahasiswa), suara melenguh saat serve dapat menambah percepatan (velocity) saat bola menyentuh tanah sebanyak 3,8 persen. Namun pada petenis profesional, peningkatan percepatannya bisa mencapai 4,9 persen.

Peneliti menerjemahkan angka ini dengan mengatakan serve yang dilakukan dengan melenguh tercatat 7 km/jam lebih cepat daripada serve yang dilakukan petenis yang tidak melenguh.

Bahkan menurut peneliti, percepatan ini tidak dibarengi dengan berkurangnya energi mereka. Yang ada justru suara lenguhan ini meningkatkan daya kekuatan (force production) mereka, yang diukur dengan aktivitas otot saat serve.

Menanggapi fenomena ini, ahli ilmu olahraga dari Victoria University, Damian Farrow mengatakan wajar-wajar saja jika petenis melenguh ketika mereka harus mengeluarkan tenaga untuk memukul bola dalam pertandingan.

"Namun kapan suara lenguhan ini dianggap berlebihan atau terlalu dramatis? Ini bergantung pada pendapat masing-masing pemain," katanya seperti dilaporkan ABC Australia.

Toh lawan Sabalenka, petenis Australia Ashleigh Barty mengaku tidak terganggu dengan suara gadis berusia 19 tahun itu. Bahkan ia bisa memenangkan pertandingan dengan skor 6-7, 6-4, 6-4.

Baca juga: Atlet Sekelas Serena Williams Hamil, Amankah Tetap Tenis?

(lll/up)
News Feed