detikhealth

Atlet Sekelas Serena Williams Hamil, Amankah Tetap Tenis?

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Senin, 24/04/2017 14:24 WIB
Atlet Sekelas Serena Williams Hamil, Amankah Tetap Tenis? Serena Williams saat menenangkan Australia Terbuka 2017 (Foto: REUTERS)
Jakarta, Beberapa hari lalu petenis terkemuka Serena Williams mengumumkan bahwa dirinya tengah berbadan dua lewat akun Snapchat-nya. Saat itu ia mengenakan swimsuit berwarna kuning dengan keterangan '20 weeks' alias 20 pekan, dan terlihat perutnya tampak agak membuncit.

Ini artinya adik dari petenis Venus Williams ini sudah mengandung saat berkompetisi di ajang Australia Terbuka pada bulan Januari lalu. Ia bahkan menggondol tropi jawara di Melbourne saat itu.

Kabar ini pun tak pelak menarik perhatian banyak orang, sebab masih banyak ibu hamil yang cemas jika mereka tetap aktif berolahraga selama kehamilan, utamanya di pekan-pekan pertama.

Lantas jika Serena saja masih bisa memenangkan kejuaraan saat sedang hamil muda, mengapa Anda tidak? Banyak dokter kandungan yang sepakat akan hal ini.
Atlet Sekelas Serena Williams Hamil, Amankah Tetap Tenis? Foto: Snapchat

Dr Raul Artal dari American College of Obstetrics and Gynecology mengatakan, kehamilan tidak seharusnya dilihat sebagai kondisi yang membatasi. "Faktanya, ini adalah waktu yang ideal untuk mengubah gaya hidup karena di sepanjang hidupnya, ini adalah saat di mana mereka bisa mengakses berbagai layanan kesehatan," jelasnya seperti dilaporkan CNN.

Kekhawatiran ibu hamil terhadap aktivitas olahraga dianggap beralasan, utamanya jika mereka salah memilih jenis olahraga yang ternyata bisa membahayakan janin mereka.

"Jenis olahraga yang tidak direkomendasikan untuk ibu hamil adalah yang bisa membuat Anda terjatuh, itu saja," tambah Vincenzo Berghella dari Sidney Kimmel Medical College, Thomas Jefferson University, Philadelphia.

Menurutnya, ada beragam manfaat yang bisa dirasakan dari olahraga selama mengandung, di antaranya mencegah kenaikan berat badan yang berlebihan, diabetes gestasional dan gangguan tekanan darah, menghindari kelahiran prematur maupun persalinan secara caesar, atau mengurangi kemungkinan bayi lahir dengan berat yang rendah.

Baca juga: Cerita Atlet Renang AS yang Tetap Berlatih saat Hamil 6 Bulan

Lantas kapan ibu hamil dikatakan berlebihan saat berolahraga? Secara umum, rekomendasi asosiasi dokter kandungan AS menyebut bagi ibu hamil tanpa komplikasi, olahraga seperti aerobik bisa dilakukan selama 35-90 menit, 3-4 kali perpekan saja.

Tetapi aturan ini tidak berlaku untuk mereka yang mengandung anak kembar atau mengalami komplikasi saat kehamilan. "Mereka masih harus berkonsultasi dengan dokternya masing-masing, dalam menentukan jenis olahraganya dan berapa lama," saran Berghella.

Namun jika ibu hamil yang dimaksud adalah atlet seperti Serena, maka aturannya bisa beda lagi. Atlet memang terbiasa berlatih keras dengan durasi yang lama. Bagaimana dampaknya terhadap tubuh jika mereka berbadan dua? Menurut Berghella, sejauh ini olahraga berat seperti yang dilakukan atlet dikatakan aman-aman saja bagi kehamilan mereka.

"Tetapi ini memang belum pernah dievaluasi secara menyeluruh, sehingga dokter masih harus melakukan pemeriksaan sebelum merekomendasikannya," tutupnya.

Baca juga: Ini Dia Olahraga yang Aman Dilakukan Ibu Hamil

Yang terpenting, bagi ibu-ibu awam, dr Febriansyah Darus, SpOF dari RSIA Kemang Medical Care menegaskan bahwa ibu hamil boleh-boleh saja melakukan segala jenis olahraga, asalkan bukan yang memberi tekanan berlebihan pada kaki atau perut, semisal squad jump.

Ibu hamil juga disarankan olahraga hanya selama 30 menit saja dalam sehari atau sampai detak nadi bertambah. "Ibu hamil juga harus minum air sebelum, sesaat dan sesudah olahraga karena kebanyakan olahraga juga bisa meningkatkan dehidrasi," pesannya kepada detikHealth beberapa waktu lalu.(lll/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit