Rabu, 24 Jan 2018 12:17 WIB

Hati-hati, Tertawa Terbahak-Bahak Bisa Berujung Kematian

Suherni Sulaeman - detikHealth
Hati-hati, tertawa terbahak-bahak atau tertawa terlalu keras bisa menyebabkan kematian/Foto: Thinkstock Hati-hati, tertawa terbahak-bahak atau tertawa terlalu keras bisa menyebabkan kematian/Foto: Thinkstock
Jakarta - Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang, kalimat lelucon tersebut telah akrab di telinga yang artinya mengajak semua orang untuk melupakan masalah sejenak dengan tertawa. Hal ini benar, selain dapat membuat masalah terasa ringan, tertawa juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Banyak penelitian yang membuktikan bahwa tertawa dapat meringankan rasa sakit, mengurangi stres, dan meningkatkan respons sistem kekebalan tubuh. Selain itu, tertawa juga bisa membakar hingga 40 kalori. Tapi ternyata ada bahaya di balik itu, tertawa terlalu keras bisa menyebabkan kematian.

Meski kedengarannya sangat tidak masuk akal, namun ini benar-benar bisa terjadi. Bukan karena tertawanya, melainkan reaksi tubuh akibat tertawa terbahak-bahak tersebut yang bisa saja membunuh Anda.

Seperti dilansir dari Times of India, berdasarkan data, ada 10 kasus di mana orang benar-benar meninggal karena tertawa. Beberapa kasus, sebagian bersifat historis dan belum terverifikasi. Sementara lainnya terjadi di masa modern dan telah terdokumentasi.

Salah satu dari kasus tersebut adalah Damnoen Saen-Um, seorang sopir truk es krim yang dikatakan tewas karena tertawa. Menurut penuturan sang istri, setelah dua menit tertawa tanpa henti, ia berhenti bernapas. Ditemukan bahwa ia meninggal karena gagal jantung.

Ada lebih dari satu alasan medis mengapa tertawa keras bisa menyebabkan kematian. Beberapa penyebabnya adalah serangan jantung, paru-paru hancur, hernia yang tersendat, stroke, dan kejang gelastis.

Baca juga: Hahaha, Tertawa Itu Bikin Anda Lebih Sehat Lho

Kondisi lainnya adalah cataplexy, yaitu di mana seseorang dalam keadaan sadar tapi tidak mampu menggerakkan otot. Tapi fakta penting lainnya adalah tertawa bisa memicu cataplexy tapi bukan sebagai penyebabnya.

Tertawa juga bisa menyebabkan syncope atau pingsan. Pingsan bisa saja terjadi ketika seseorang merasa overexcited atau senang berlebihan dalam waktu lama yang kemudian menyebabkan pernapasan menjadi tidak normal sehingga menyebabkan peningkatan karbondioksida.

Masalah lainnya, saat kehilangan kontrol dalam tertawa, tertawa dapat menekan tubuh bagian dalam dan bisa menyebabkan kematian.

Baca juga: Bisakah Tertawa Bikin Perut Sixpack? Cek di Sini (hrn/up)
News Feed