Jumat, 26 Jan 2018 20:04 WIB

Hoax or Not

Sakit Jantung Gara-gara Tak Kencing Malam, Benarkah?

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Beredar broadcast mengenai dampak melewatkan kencing malam yang disebut-sebut bisa mengakibatkan sumbatan pada jantung.  Foto: Aisyah/detikHealth Beredar broadcast mengenai dampak melewatkan kencing malam yang disebut-sebut bisa mengakibatkan sumbatan pada jantung. Foto: Aisyah/detikHealth
Jakarta - Sebuah pesan berantai tentang bahaya tidak kencing di malam hari dan efeknya pada kesehatan jantung, beredar di jejaring media sosial. Disebutkan dalam pesan berantai ini, ancaman penyumbatan jantung dan pembuluh darah lainnya dapat terjadi ketika seseorang enggan untuk buang air kecil dan minum di malam hari.

Berikut ini adalah cuplikan isi broadcast tersebut:

"JANGAN MALAS UNTUK KENCING MALAM AGAR TIDAK MATI DISERANG JANTUNG BAGI USIA YANG SUDAH MENUA

Satu info kesehatan penting bagi orang awam tentang masalah kencing malam, jantung & penyumbatan pembuluh darah

Masalah kencing malam, jantung & penyumbatan pembuluh darah otak*

Ini adalah pengetahuan penting tentang pencegahan STROKE !!!

Gejala paling umum pada orang tua adalah masalah KENCING MALAM

Karena takut kencing malam hari, orang takut minum air, tak tahu bahwa bila tak minum air sebelum tidur & bangun malam sehabis buang air kecil juga tak minum air, itu adalah PENYEBAB utama penyumbatan pembuluh darah otak dari orang tua di pagi hari.

Sebetulnya, kencing malam bukan masalah kantong kemih, penyebabnya adalah PENUAAN fungsi jantung. Daya hisap darah atrium kanan dari bawah tubuh sudah berkurang."

Baca juga: Lawan Penyakit Jantung Koroner dengan Terapi Infus, Apakah Efektif?

Dihubungi detikHealth, dr Ayuthia Putri Sedyawan, BMedSc, SpJP, FIHA atau yang akrab disapa dr Ayu dari RS Mayapada Lebak Bulus meluruskan informasi tersebut.

"Wah nggak ada hubungannya kencing malam dan penuaan pada fungsi jantung. Tubuh memang butuh air, karena porsi terbesar tubuh adalah air. Tapi nggak ada hubungannya sama penuaan fungsi jantung," katanya.

Disebutkan lagi oleh dr Ayu, terminologi dari penuaan fungsi jantung yang disebutkan dari pesan tersebut agak rancu. Bila maksudnya penurunan fungsi jantung, itu bisa disebabkan oleh serangan jantung, aritmia, darah tinggi, penyakit katup, dan lainnya.

"Jika maksud penuaan fungsi jantung secara awam mungkin penyakit degeneratif (penuaan) seperti kalsifikasi (pengapuran) pada katup-katup jantung," tambahnya.

Akan tetapi, menurut dokter yang menyelesaikan studinya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini kurang minum memang bisa memberikan efek buruk bagi tubuh yakni pengentalan darah.

Baca juga: 5 Gejala Serangan Jantung yang Tak Biasa

Beberapa waktu lalu pada kesempatan berbeda, dr Budi Wiweko, SpOG(K), Ketua Indonesian Hydration Working Group mengatakan efek jangka panjang dehidrasi menimbulkan gangguan fungsi ginjal atau batu ginjal.

"Salah satu efek jangka panjang dehidrasi adalah menimbulkan gangguan fungsi ginjal, dan nantinya bisa menyebabkan batu ginjal. Batu ginjal ini yang menyebabkan saluran kencing mampet dan membuat rasa nyeri atau kolik," tutur dokter yang akrab disapa dr Iko tersebut. (ask/up)
News Feed