Organ ini dikembangkan Alexander Seifalian dari bahan usus babi yang dikombinasikan dengan sel punca pasien.
Alexander bukanlah orang baru dalam pembuatan organ bionik, sebab ialah yang membuat trakea sintetik pertama yang ditransplantasikan ke tubuh seorang pasien berusia 36 tahun di Karolinska University Hospital, Swedia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pakar di bidang nanoteknologi dan regenerasi itu mengaku telah membuat perancah dalam bentuk vagina. Setelah itu, ia mengambil sampel otot dan sejumlah sel epithelial dari seorang pasien lalu menyimpannya di lab selama 4-7 hari.
Bahan-bahan ini kemudian dapat dikombinasikan dengan bahan sintetis seperti plastik atau bahan biologis seperti usus babi.
Baca juga: Kata Dokter Kulit Soal Operasi Pemutihan Vagina yang Lagi Tren
Otot dan sel-sel ini juga diberi nutrisi yang dapat membantu mereka tumbuh dan menyatu. Perancah ini hanya memiliki ketebalan sebesar 20 mikrometer. Ini disengaja agar sel-sel di dalam perancahnya tumbuh lebih cepat.
Kini Alexander tinggal menunggu langkah selanjutnya di mana vagina itu akan dicangkokkan ke tubuh manusia.
"Ketika dimasukkan ke dalam tubuh pasien, organ artifisial ini akan menyatu dengan jaringan sekitarnya dan menjadi organ normal," katanya seperti dilaporkan The Daily Star.
Kendati demikian Alexander mengaku vagina buatannya mungkin baru bisa diberikan kepada pasien dalam kurun lima tahun ke depan.
Alexander mengaku terinspirasi dari vagina buatan pakar lain, Dr Anthony Atala di AS. Timnya sukses mengembangkan vagina buatan di laboratorium yang telah ditransplantasikan kepada empat pasien remaja dalam kurun tahun 2005-2008.
Vagina buatan Dr Atala berhasil berfungsi seperti organ seksual pada umumnya.
Baca juga: Pemutihan Vagina dengan Laser, Adakah Efek Sampingnya Bagi Kesehatan? (lll/up)










































