Sabtu, 03 Feb 2018 15:06 WIB

Di Brazil, Wanita Ramai-ramai Lakukan Operasi Peremajaan Miss V

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Setelah tren pemutihan penis dan vagina di Filipina dan Thailand, ada lagi operasi peremajaan Miss V yang ramai dilakukan di Brazil. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Operasi untuk mempercantik kelamin dan alat vital nampaknya sedang tren di tahun 2018. Sebelumnya di Thailand dan Filipina, ramai operasi pemutihan vagina dan penis yang menarik perhatian dunia.

Tren tersebut nampaknya juga merambah ke Brazil, di mana jumlah wanita yang melakukan labiaplasty naik cukup signifikan dari tahun-tahun sebelumnya. Labiaplasty adalah operasi yang mengubah bentuk labia (bibir) pada vagina wanita, yang membuatnya menjadi lebih tebal ataupun tipis.

Baca juga: Kata Dokter Kulit Soal Operasi Pemutihan Vagina yang Lagi Tren

Data dari International Society of Aesthetic Plastic Surgery (ISAPS) menyebut jumlah operasi peremajaan vagina yang dilakukan meningkat 80 persen pada tahun 2016, dengan total 23.155 tindakan dalam satu tahun. Angka ini cukup besar jika dibandingkan dengan Amerika Serikat yang melakukan 13.266 tindakan setahun.

Operasi labiplasty sejatinya cukup sederhana. Dokter akan memotong atau melebarkan bagian bibir vagina yang disebut-sebut bisa menjadi sumber rasa nyeri saat berhubungan seks.

Lina Triana, pakar bedah plastik ternama asal Kolombia, mengatakan peningkatan jumlah operasi peremajaan vagina ini berhubungan dengan kepuasan seksual. Wanita-wanita Brazil disebutnya sudah mulai mengambil alih peran sebagai pihak yang aktif dalam seks.

"Dulu budayanya adalah laki-laki yang dominan di pekerjaan, di rumah dan juga urusan kebutuhan seksual. Namun kini wanita sudah banyak yang lebih sukses di pekerjaan dan di rumah. Mereka pun mulai ingin mendominasi di bagian seksual," ujar Triana, dikutip dari Reuters.

Meski begitu, ada pula kritik yang mengatakan peningkatan ini berhubungan dengan tingginya stereotipe soal wanita Amerika Latin yang cantik dan seksi. Satu hal yang menjadi kritik utama adalah adanya model atau contoh bentuk vagina idaman, yang bersumber dari vagina milik bintang-bintang porno.

Pakar kajian gender dari Federal University of Bahia, Darlane Andrade, menyebut operasi peremajaan vagina ini sebagai dampak dari menjamurnya pornografi. Wanita jadi memiliki standar kecantikan baku, dan merasa tertekan serta rendah diri jika tak mencapai standar tersebut.

"Hal ini malah membuat wanita menjadi objek seksual yang harus cantik, bukan hanya parasnya, namun juga bentuk alat kelaminnya," tutupnya.

Baca juga: Berbagai Alasan Permak Miss V, Dari Kendur Hingga Tak Simetris

(mrs/up)