Remaja Pengidap Depresi Ciptakan Aplikasi untuk Bantu Orang-orang Sepertinya

Remaja Pengidap Depresi Ciptakan Aplikasi untuk Bantu Orang-orang Sepertinya

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Selasa, 06 Feb 2018 09:05 WIB
Remaja Pengidap Depresi Ciptakan Aplikasi untuk Bantu Orang-orang Sepertinya
Remaja pencipta aplikasi peringatan depresi. (Foto: ABC News)
Jakarta - Bermula dari keluhan sering pingsan di sekolah, Hannah Lucas terkejut ketika dokter mengatakan ini karena dirinya mengidap depresi.

Hanna semakin takut bepergian seorang diri. "Bagaimana jika saya pingsan dan tidak ada yang menolong atau ada orang yang memanfaatkan saya?" katanya seperti dilaporkan ABC News.

Ia pun semakin tertekan dan cemas. Kondisi ini kemudian mendorongnya untuk mulai menyakiti diri sendiri. Namun Hannah tak sepenuhnya putus asa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belajar dari keadaannya, Hannah berharap ada sebuah aplikasi yang dapat memberikan peringatan kepada keluarga dan teman-temannya dengan cepat saat ia membutuhkan bantuan, baik itu bantuan fisik maupun emosional.

Kekhawatiran Hannah didengar oleh sang adik, Charlie (13). Dengan skill coding yang dipelajarinya saat mengikuti summer camp beberapa waktu lalu, Charlie mencoba membuat aplikasi seperti yang diharapkan sang kakak.

"Saya melihat Hannah depresi, dan ketika ia mengutarakan gagasannya, saya ingin merealisasikannya. Semoga dengan adanya aplikasi, ia menjadi merasa lebih baik, dan ini juga membuat saya lebih baik," katanya.

Baca juga: Curhat Bisa Jadi Cara Bagi Remaja Hindari Depresi

Gayung bersambut ketika aplikasi bikinan Hannah dan Charlie ini diperkenalkan saat keduanya mengikuti summer camp di Georgia Tech. Para pengajar di sana begitu kagum dengan aplikasi tersebut sehingga memutuskan menghubungkan mereka dengan sebuah perusahaan pengembang di Savannah, Georgia.

Selama lima bulan, keduanya bekerjasama dengan pengembang tersebut, terkadang lewat Skype, untuk merealisasikan aplikasi yang belakangan disebut sebagai aplikasi 'notOK' tersebut.

notOK telah diluncurkan beberapa waktu lalu dalam versi iOS dan Android. Aplikasi ini memudahkan siapapun yang mengalami masalah seperti Hannah untuk menekan tombol di aplikasi, yang kemudian akan otomatis mengirim pesan ke lima kontak yang telah ditentukan sebelumnya.

Pesannya seperti 'Hey, saya sedang tidak OK (baik-baik saja, red). Tolong hubungi saya, kirimi saya pesan atau cari saya'. Pesan itu juga akan disertai lokasi GPS dari mana yang bersangkutan mengirim pesan.

"Sejauh ini reaksi yang kami dengar positif, terutama dari orang tua dan anak-anak yang mengalami gangguan kecemasan. Saya sendiri merasa aplikasi ini memberikan kenyamanan tersendiri," pungkasnya.

Baca juga: Kisah Nyata Remaja yang Ingin Bunuh Diri, Lalu Bangkit Lawan Depresi (lll/up)

Berita Terkait