Sekitar 100 tahun yang lalu pada tahun 1918 dunia diserang wabah flu yang menelan korban hingga 100 juta penduduk.
Baca juga: Kementerian Kesehatan RI Waspadai Flu 'Australia' H3N2
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data WHO menunjukkan pada Desember 2017 lalu, kematian karena virus flu naik menjadi 650 ribu jiwa, bersamaan dengan penyakit kardiovaskular dan diabetes.
"Dalam peringatan 100 tahun Pandemik 1918 ini, kita dapat melihat bagaimana negara-negara disiapkan untuk sebelum kedatangan pandemik selanjutnya, " tutur Prof Tjandra pada Seminar Medis Influenza dan Viral Pneumonia, Senin (12/2/2018) di RSUP Persahabatan, Jakarta Timur.
Pada tahun 2009, dunia sempat digegerkan dengan virus flu burung A (H1N1), termasuk Indonesia. Meskipun belum seheboh pandemik tahun 1918 namun virus ini masih menginfeksi banyak orang hingga detik ini.
Selain virus A (H1N1) yang ditakutkan akan menjadi berat adalah virus A (H3N2), yaitu virus yang disebut flu Australia. Virus ini telah menyebar hingga Amerika, menurut data dan informasi terakhir.
Baca juga: Asal Usul Sebutan Flu Australia untuk Virus H3N2
(up/fds)










































