Segala hal akan ia periksakan kepada 'doctor google' mulai dari nyeri dada hingga pembesaran pupil dan telah menyebabkan dia mendiagnosa dirinya sendiri dengan berbagai gangguan, mulai dari tumor otak hingga meningitis. Setiap paginya, ia terbangun dengan kekhawatiran kematian yang menghantui. Kondisi seperti yang dialami oleh Laura ini dikenal dengan cyberchondria.
"Setelah saya memeriksa darah saya, saya mengecek suhu tubuh saya. Jika tinggi, saya tahu saya berisiko terinfeksi. Jika terlalu rendah, hipotermia bisa menjadi kemungkinan," katanya seperti dilaporkan The Sun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, ia pernah dirawat di rumah sakit karena yakin telah mengalami serangan jantung meskipun dokter pada akhirnya menyebutkan Laura kemungkinan sedang mengalami 'anxiety attack'.
"Pada kesempatan lain saya menelepon 999 karena saya yakin beberapa titik di lengan saya meningitis," ungkap Laura.
Laura sadar kalau ia sedang berada dalam cengkraman cyberchondria tapi ia merasa kesulitan untuk mematahkan apa yang sedang ia alami. Bahkan, ia tidak pernah berani untuk makan sendiri karena takut tersedak. Ia juga sudah melakukan konseling, tapi ketakutannya tidak juga menghilang.
"Baru-baru ini saya terus-menerus kesemutan di salah satu jari saya. Saya langsung menelusuri internet dan menemukan itu bisa menjadi tanda awal tumor otak," katanya.
Baca juga: Diagnosis Diri Sendiri Hanya Lewat Informasi di Internet? Ini Bahayanya
Cyberchondria adalah seseorang yang secara komparatif mencari informasi tentang gejala penyakit yang ia miliki dan berakhir pada ketakutan memiliki penyakit yang akan membahayakan diri mereka.
Untuk mengobati masalah ini, diperlukan tekad yang kuat dan bantuan dari tenaga medis. Tetap tenang menghadapi gejala yang Anda miliki dan konsultasikan kepada ahli mengenai ketakutan-ketakutan yang Anda hadapi.
Baca juga: Apakah Anda Mengidap Cyberchondriac?
(ask/up)











































