6 Tanda Leukemia, Kanker yang Banyak Menyerang Anak

6 Tanda Leukemia, Kanker yang Banyak Menyerang Anak

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Rabu, 21 Feb 2018 14:10 WIB
6 Tanda Leukemia, Kanker yang Banyak Menyerang Anak
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Kanker yang sering salah ditulis sebagai leukimia ini adalah salah satu jenis kanker yang langka, namun banyak menyerang banyak anak-anak. Disebut langka karena leukemia sendiri terdiri dari beberapa jenis seperti acute lymphoblastic leukemia (ALL), acute myeloid leukemia (AML), chronic lymphocytic leukemia (CLL) chronic myeloid leukemia (CML), hairy cell leukemia, dan T-cell prolymphocytic leukemia.

"Jenis kanker terbanyak yang menyerang anak adalah leukemia, di Indonesia nomor kedua terbanyak adalah retinoblastoma (kanker bola mata), tapi kanker jenis lainnya bisa saja menyerang," terang Dr Edi Setiawan Tehuteru, SpA(K), MHA, IBCLC, saat ditemui detikHealth beberapa waktu lalu.

Karena itu, yuk pahami gejala-gejala yang muncul saat seseorang mengalami leukemia. Dikutip dari Bold Sky, Rabu (21/2/2018), ini dia di antaranya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Waspada Kanker Anak, Dokter: Tidak Ada Pencegahannya

Foto: ilustrasi/thinkstock
Anak-anak sangat aktif dan menghabiskan banyak waktu bermain di luar rumah. Mereka gemar belajar hal-hal baru seperti bersepeda, olahraga, dan lainnya. Jadi, biasa bagi mereka untuk jatuh, melukai diri sendiri dan timbul memar.

Namun, jika Anda mendapati bahwa anak Anda sangat mudah mengalami memar, bahkan sekali pun dengan benda yang lembut, dan terjadi terlalu sering, maka itu bisa menjadi tanda adanya leukemia.

Periksakan juga apakah terjadi pembengkakan di bagian seperti ketiak, persendian, leher, dan tulang selangka, pada anak yang bisa jadi gejala lain dari leukemia. Sel kanker dapat mempengaruhi kelenjar getah bening yang terletak di area tubuh ini dan menyebabkan pembengkakan.

Foto: Thinkstock
Jika Anda memperhatikan bahwa anak Anda telah mengalami pendarahan hidung atau mimisan secara konstan dan tanpa penyebab spesifik lainnya, seperti sengatan panas atau luka pada hidung, maka itu bisa menjadi gejala lain dari gejala leukemia. Pembuluh darah di hidung menjadi lebih lemah dan cenderung mudah pecah saat anak-anak terkena penyakit ini.

Baca juga: Leukemia Seperti pada Putra Farhan, Penyakit yang Tak Kenal Stadium

Foto: Getty Images
Cukup banyak anak yang sulit untuk makan dan bahkan menjadi seorang picky eater. Meski terkesan gejala yang normal, akan tetapi perlu dipahami kalau ini juga masuk menjadi tanda-tanda leukemia.

Ketika seorang anak terkena leukemia, sel-sel bisa menumpuk di perut dan limpa, menyebabkan usus memproduksi lebih sedikit cairan pencernaan, sehingga mengurangi rasa lapar.

Foto: ilustrasi/thinkstock
Anak yang mudah terserang infeksi terus-menerus, bahkan setelah dilakukan pengobatan, bisa menjadi tanda lain dari leukemia. Kanker ini mempengaruhi sel darah putih dan akan menghancurkannya perlahan. Sel darah putih sangat penting untuk mendeteksi penyakit dan segala hal penyebab infeksi, sehingga dengan mengidap leukemia dapat menurunkan kekebalan tubuh seseorang.

Selain itu, anak yang mengalami leukemia juga akan mengeluh adanya rasa sakit pada persendian, lutut, siku, punggung dan sebagainya yang tidak di sebabkan tanpa adanya kecelakaan. Sel kanker dalam darah yang berada di sekitar persendian bisa menimbulkan peradangan dan rasa sakit.

Foto: Thinkstock
Sesekali, anak mengalami sakit perut akibat gangguan pencernaan dan gas. Namun, jika anak Anda telah mengalami sakit perut akut, tanpa adanya gangguan pencernaan, maka bisa jadi karena sel leukemia yang terakumulasi di perut, telah mempengaruhi jaringan perut.

Di samping itu, diketahui kalau darah beredar ke setiap bagian dan organ tubuh, termasuk paru-paru. Apabila ada sel kanker di dalam darah, mereka mulai menghancurkan sel yang ada di paru-paru, sehingga menyebabkan masalah pernapasan.

Foto: Instagram
Anemia adalah suatu kondisi di mana sel darah merah dalam tubuh menurun dalam hitungan dan menyebabkan kelemahan dan gejala lainnya. Kalau anak-anak menunjukan gejala anemia, seperti pusing, kelelahan, kehilangan nafsu makan, lakukan tes darah. Apabila hasilnya menunjukan anemia, jangan segan untuk memeriksa apakah mereka memiliki leukemia atau tidak.
Halaman 2 dari 7
Anak-anak sangat aktif dan menghabiskan banyak waktu bermain di luar rumah. Mereka gemar belajar hal-hal baru seperti bersepeda, olahraga, dan lainnya. Jadi, biasa bagi mereka untuk jatuh, melukai diri sendiri dan timbul memar.

Namun, jika Anda mendapati bahwa anak Anda sangat mudah mengalami memar, bahkan sekali pun dengan benda yang lembut, dan terjadi terlalu sering, maka itu bisa menjadi tanda adanya leukemia.

Periksakan juga apakah terjadi pembengkakan di bagian seperti ketiak, persendian, leher, dan tulang selangka, pada anak yang bisa jadi gejala lain dari leukemia. Sel kanker dapat mempengaruhi kelenjar getah bening yang terletak di area tubuh ini dan menyebabkan pembengkakan.

Jika Anda memperhatikan bahwa anak Anda telah mengalami pendarahan hidung atau mimisan secara konstan dan tanpa penyebab spesifik lainnya, seperti sengatan panas atau luka pada hidung, maka itu bisa menjadi gejala lain dari gejala leukemia. Pembuluh darah di hidung menjadi lebih lemah dan cenderung mudah pecah saat anak-anak terkena penyakit ini.

Baca juga: Leukemia Seperti pada Putra Farhan, Penyakit yang Tak Kenal Stadium

Cukup banyak anak yang sulit untuk makan dan bahkan menjadi seorang picky eater. Meski terkesan gejala yang normal, akan tetapi perlu dipahami kalau ini juga masuk menjadi tanda-tanda leukemia.

Ketika seorang anak terkena leukemia, sel-sel bisa menumpuk di perut dan limpa, menyebabkan usus memproduksi lebih sedikit cairan pencernaan, sehingga mengurangi rasa lapar.

Anak yang mudah terserang infeksi terus-menerus, bahkan setelah dilakukan pengobatan, bisa menjadi tanda lain dari leukemia. Kanker ini mempengaruhi sel darah putih dan akan menghancurkannya perlahan. Sel darah putih sangat penting untuk mendeteksi penyakit dan segala hal penyebab infeksi, sehingga dengan mengidap leukemia dapat menurunkan kekebalan tubuh seseorang.

Selain itu, anak yang mengalami leukemia juga akan mengeluh adanya rasa sakit pada persendian, lutut, siku, punggung dan sebagainya yang tidak di sebabkan tanpa adanya kecelakaan. Sel kanker dalam darah yang berada di sekitar persendian bisa menimbulkan peradangan dan rasa sakit.

Sesekali, anak mengalami sakit perut akibat gangguan pencernaan dan gas. Namun, jika anak Anda telah mengalami sakit perut akut, tanpa adanya gangguan pencernaan, maka bisa jadi karena sel leukemia yang terakumulasi di perut, telah mempengaruhi jaringan perut.

Di samping itu, diketahui kalau darah beredar ke setiap bagian dan organ tubuh, termasuk paru-paru. Apabila ada sel kanker di dalam darah, mereka mulai menghancurkan sel yang ada di paru-paru, sehingga menyebabkan masalah pernapasan.

Anemia adalah suatu kondisi di mana sel darah merah dalam tubuh menurun dalam hitungan dan menyebabkan kelemahan dan gejala lainnya. Kalau anak-anak menunjukan gejala anemia, seperti pusing, kelelahan, kehilangan nafsu makan, lakukan tes darah. Apabila hasilnya menunjukan anemia, jangan segan untuk memeriksa apakah mereka memiliki leukemia atau tidak.

(ask/up)

Berita Terkait