Hai Wanita, Saatnya Kamu Berhenti Percaya pada Mitos Kesehatan Ini (2)

Hai Wanita, Saatnya Kamu Berhenti Percaya pada Mitos Kesehatan Ini (2)

Suherni Sulaeman - detikHealth
Rabu, 21 Feb 2018 20:00 WIB
Hai Wanita, Saatnya Kamu Berhenti Percaya pada Mitos Kesehatan Ini (2)
Yuk pahami mitos-mitos yang sering beredar soal kesehatan wanita. Foto: dok. Thinkstock
Jakarta - Selama bertahun-tahun, tak sedikit mitos seputar kesehatan wanita yang beredar dan tak jarang pula yang percaya. Anda mungkin pernah mendengar banyak informasi kesehatan yang bertentangan tapi sulit untuk membedakan apakah ini fakta atau mitos.

Dikutip dari Shape, berikut mitos yang berkembang seputar kesehatan perempuan. Apa saja mitos yang populer dan bagaimana kebenarannya. Yuk simak!

Baca juga: Hai Wanita, Saatnya Kamu Berhenti Percaya pada Mitos Kesehatan Ini

Foto: Ari Saputra/detikcom
Kebanyakan perempuan yang baru pertama kali hamil mengira morning sickness hanya terjadi pada pagi hari. Nyatanya itu tidak benar. Morning sickness bisa terjadi kapan saja, bisa mengalami mual muntah di pagi hari, siang hari, malam hari, bahkan mungkin mual muntah sepanjang hari.

Memang tidak semua ibu hamil akan mengalami morning sickness. Sejujurnya, dokter tidak 100 persen yakin mengapa beberapa wanita mengalaminya dan yang lainnya tidak. Kadar hormon yang meningkat dalam beberapa minggu pertama kehamilan dianggap sebagai faktor pendukung.

Faktor lain yang mungkin memperburuknya adalah memiliki anak kembar atau kembar tiga, keletihan berlebihan, tekanan emosional, sering bepergian. Itu sebenarnya sama sekali tidak berbahaya bagi ibu maupun bayi. Jika Anda mengalaminya, minum banyak air putih, makanlah makanan kecil dan tidur siang saat Anda membutuhkannya.

Foto: Thinkstock
Kira-kira sudah berapa lama Anda makan makanan rendah lemak saat mencoba hidup sehat? Nah, kita seringkali dicekoki untuk percaya bahwa mengonsumsi makanan lemak adalah hal yang buruk bagi kita, padahal tidak sepenuhnya benar.

Tubuh justru membutuhkan lemak untuk bertahan hidup yang bisa Anda gunakan untuk energi, menghangatkan tubuh, dan untuk menyerap vitamin. Lemak sehat, seperti lemak tak jenuh tunggal dalam kacang-kacangan dan minyak nabati membantu memperbaiki kadar kolesterol darah dan mengurangi risiko terkena penyakit jantung. Alpukat, salmon, tuna, telur, kacang-kacangan dan biji-bijian adalah sumber lemak yang sehat.

Alih-alih menghindari semua lemak, hindari makanan yang mengandung lemak trans dan lemak jenuh, seperti donat, kue kering, biskuit, keju, daging berlemak, kulit unggas dan daging olahan.

Foto: ilustrasi/thinkstock
Kanker serviks biasanya disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) yang ditularkan melalui hubungan seks. Ada lebih dari 100 jenis HPV yang berbeda, namun hanya 15 di antaranya yang diketahui menyebabkan kanker dengan memicu pertumbuhan sel abnormal di serviks.

Vaksin HPV, meski tidak diwajibkan namun dirancang untuk melindungi wanita dari dua strain HPV ini, yang mencakup 70 sampai 80 persen dari semua kasus kanker serviks.

Banyak wanita menganggap vaksin ini hanya untuk gadis-gadis muda, tapi kenyataannya, pada usia berapapun wanita bisa terancam HPV. Dengan mendapatkan vaksin ini, Anda mengurangi risiko terkena kanker serviks hingga 70 hingga 80 persen. Bicaralah ke dokter Anda untuk mengetahui lebih lanjut.

Foto: Thinkstock
Penelitian ilmiah telah menunjukkan bahwa minum air dingin di hari yang panas atau selama berolahraga membantu Anda tetap terhidrasi dan mencegah tubuh Anda dari kepanasan. Selain itu, minum minuman isotonik yang dingin dapat membantu Anda mengisi kembali cairan-cairan tubuh penting yang hilang melalui keringat Anda setelah sesi latihan yang panjang.

Pada akhirnya, masih jauh lebih baik bagi tubuh Anda untuk minum air panas atau dingin daripada mengonsumsi minuman bergula.

Baca juga: Baca juga: 6 Hal Seputar Kesehatan Wanita yang Masih Dipercaya Padahal Cuma Mitos
Halaman 2 dari 5
Kebanyakan perempuan yang baru pertama kali hamil mengira morning sickness hanya terjadi pada pagi hari. Nyatanya itu tidak benar. Morning sickness bisa terjadi kapan saja, bisa mengalami mual muntah di pagi hari, siang hari, malam hari, bahkan mungkin mual muntah sepanjang hari.

Memang tidak semua ibu hamil akan mengalami morning sickness. Sejujurnya, dokter tidak 100 persen yakin mengapa beberapa wanita mengalaminya dan yang lainnya tidak. Kadar hormon yang meningkat dalam beberapa minggu pertama kehamilan dianggap sebagai faktor pendukung.

Faktor lain yang mungkin memperburuknya adalah memiliki anak kembar atau kembar tiga, keletihan berlebihan, tekanan emosional, sering bepergian. Itu sebenarnya sama sekali tidak berbahaya bagi ibu maupun bayi. Jika Anda mengalaminya, minum banyak air putih, makanlah makanan kecil dan tidur siang saat Anda membutuhkannya.

Kira-kira sudah berapa lama Anda makan makanan rendah lemak saat mencoba hidup sehat? Nah, kita seringkali dicekoki untuk percaya bahwa mengonsumsi makanan lemak adalah hal yang buruk bagi kita, padahal tidak sepenuhnya benar.

Tubuh justru membutuhkan lemak untuk bertahan hidup yang bisa Anda gunakan untuk energi, menghangatkan tubuh, dan untuk menyerap vitamin. Lemak sehat, seperti lemak tak jenuh tunggal dalam kacang-kacangan dan minyak nabati membantu memperbaiki kadar kolesterol darah dan mengurangi risiko terkena penyakit jantung. Alpukat, salmon, tuna, telur, kacang-kacangan dan biji-bijian adalah sumber lemak yang sehat.

Alih-alih menghindari semua lemak, hindari makanan yang mengandung lemak trans dan lemak jenuh, seperti donat, kue kering, biskuit, keju, daging berlemak, kulit unggas dan daging olahan.

Kanker serviks biasanya disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) yang ditularkan melalui hubungan seks. Ada lebih dari 100 jenis HPV yang berbeda, namun hanya 15 di antaranya yang diketahui menyebabkan kanker dengan memicu pertumbuhan sel abnormal di serviks.

Vaksin HPV, meski tidak diwajibkan namun dirancang untuk melindungi wanita dari dua strain HPV ini, yang mencakup 70 sampai 80 persen dari semua kasus kanker serviks.

Banyak wanita menganggap vaksin ini hanya untuk gadis-gadis muda, tapi kenyataannya, pada usia berapapun wanita bisa terancam HPV. Dengan mendapatkan vaksin ini, Anda mengurangi risiko terkena kanker serviks hingga 70 hingga 80 persen. Bicaralah ke dokter Anda untuk mengetahui lebih lanjut.

Penelitian ilmiah telah menunjukkan bahwa minum air dingin di hari yang panas atau selama berolahraga membantu Anda tetap terhidrasi dan mencegah tubuh Anda dari kepanasan. Selain itu, minum minuman isotonik yang dingin dapat membantu Anda mengisi kembali cairan-cairan tubuh penting yang hilang melalui keringat Anda setelah sesi latihan yang panjang.

Pada akhirnya, masih jauh lebih baik bagi tubuh Anda untuk minum air panas atau dingin daripada mengonsumsi minuman bergula.

Baca juga: Baca juga: 6 Hal Seputar Kesehatan Wanita yang Masih Dipercaya Padahal Cuma Mitos

(hrn/up)

Berita Terkait