Kamis, 22 Feb 2018 18:06 WIB

Ciri-ciri Skizofrenia, Gangguan Jiwa yang Sebaiknya Tak Disebut 'Gila'

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: Muhajir Arifin Foto: Muhajir Arifin
Jakarta - Penertiban orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di sejumlah daerah dianggap bisa jadi salah satu solusi untuk menenangkan keresahan masyarakat. Namun bukan berarti masyarakat tidak bisa turun tangan.

Perlu dipahami bahwa sebagian besar ODGJ yang menggelandang atau terlantar di jalan merupakan pengidap gangguan jiwa berat yang disebut skizofrenia.

"Skizo (skizofrenia, red) ini siapa saja bisa berpotensi untuk terkena. Yang terjadi pada mereka adalah perubahan proses berpikir, perilaku dan emosinya," terang Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), dr Eka Viora, SpKJ kepada detikHealth, Kamis (22/2/2018).

Untuk memudahkan masyarakat mengidentifikasi seperti apa pengidap skizofrenia, berikut ciri-ciri umum yang kerap terlihat pada mereka, seperti dirangkum detikHealth dari berbagai sumber.

Baca juga: Kata PDSKJI Soal Sebutan 'Orang Gila' pada Pengidap Gangguan Jiwa

1. Berbicara tak jelas
Saat diamankan, pelaku penyerangan seorang ulama di Lamongan beberapa waktu lalu ditemukan dalam keadaan mengomel tak jelas, terkadang menggunakan logat Ngapak (Banyumas), Madura, hingga Sunda.

Kondisi ini dipicu oleh ketidakmampuan mereka untuk berkonsentrasi. Biasanya mereka memberikan jawaban yang tidak berkaitan, mengulang-ulang perkataan atau mengucapkan kata-kata yang tidak masuk akal.

Ini biasanya juga disertai dengan tingkah laku yang aneh atau tak terduga.

2. Kehilangan identitas
Ketika ditanya, pria itu mengaku bernama Paijo. "Saya orang Turki," katanya, juga sembari mengomel.

Aslinya, pria ini memiliki nama Nandang dan berasal dari Cirebon. Keluarga menyebut Nandang tidak bekerja dan hanya mengenyam pendidikan sampai kelas 2 SMP.

"Keterangan dari keluarganya bahwa, yang bersangkutan (pelaku penyerangan, red) sudah meninggalkan keluarganya sejak 4 tahun lalu," terang Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Baca juga: Dokter Sebut Penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa Ada Prosedurnya

3. Mengalami halusinasi dan delusi
Masih ingat dengan Sabar Nababan? Ia adalah seorang dosen yang mengaku Tuhan dan mendirikan sebuah agama baru di Mataram, Nusa Tenggara Barat di tahun 2017 silam.

Pria ini juga pernah mengaku diganggu jin saat mengambil studi S3 di Denmark. Dijelaskan dr Andri, SpKJ dari RS Omni Alam Sutera, halusinasi dan delusi ini umumnya tidak disadari oleh yang bersangkutan.

"Pasien merasa halusinasi itu memang benar ada dan tidak bisa dipatahkan oleh orang sekitarnya. Pasien juga kesulitan dalam mengendalikan halusinasi tersebut sehingga menimbulkan gangguan fungsional pada pasien," ungkapnya.

4. Tanpa ekspresi
dr Ashwin Kandouw, SpKJ dari Sanatorium Dharmawangsa mengungkapkan bahwa pasien skizofrenia tak memiliki mood yang jelas atau disebutnya 'tumpul'.

"Kalau dia gembira, nggak terlalu gembira, kalau sedih ya nggak terlalu sedih, lempeng (lurus-red) aja gitu. Emosinya nggak terlalu hidup," katanya.

Mereka juga cenderung mengabaikan fungsi normalnya, seperti menjaga kebersihan diri atau berinteraksi dengan orang lain.

Baca juga: Komentar Dokter Ketika Gangguan Jiwa Dikaitkan dengan Kekerasan (lll/up)
News Feed