Kamis, 22 Feb 2018 18:35 WIB

Saran Dokter Jiwa Jika Menemukan ODGJ yang Telantar di Jalanan

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: ist.
Jakarta - Bicara tentang razia orang dengan gangguan jiwa yang digelar di sejumlah daerah di Jawa Timur, ada pemahaman mendasar yang perlu diketahui oleh orang awam tentang mereka.

Menurut Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), dr Eka Viora, SpKJ, yang dimaksud orang dengan gangguan jiwa yang banyak ditemui di tengah masyarakat ini sebenarnya adalah mereka yang mengidap skizofrenia.

"Skizo (skizofrenia, red) ini siapa saja bisa berpotensi untuk terkena. Yang terjadi pada mereka adalah perubahan proses berpikir, perilaku dan emosinya," terangnya kepada detikHealth, Kamis (22/2/2018).

Namun bukan berarti pengidap skizofrenia tidak bisa ditangani. "Kalau dia cepat ditangani, dia nggak akan menjadi kronis," tambahnya.

Baca juga: Kata PDSKJI Soal Sebutan 'Orang Gila' pada Pengidap Gangguan Jiwa

dr Eka menambahkan, Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang ditemui di jalanan, menggelandang atau terlantar adalah pengidap skizofrenia yang kronis, akan tetapi pemicunya beragam.

"Menggelandang itu kan bisa karena banyak hal. Bisa karena pengobatan yang tidak selesai atau malah tidak pernah diobati," paparnya.

Baca juga: 6 Langkah Basmi Stigma Pada Pasien Gangguan Jiwa

Kemungkinan lain adalah ODGJ ini pernah diobati tetapi ketika mereda gejalanya dan dikembalikan kepada keluarga, banyak yang kemudian menelantarkan.

"Jadi mungkin sudah kembali tapi takut nggak ada yang tanggung jawab, akhirnya diikat, ditelantarkan atau malah dibuang," lanjutnya.

Lantas apa yang harus dilakukan ketika menemui ODGJ di jalan? "Lapor ke Dinas Sosial, nanti akan ditindaklanjuti," pesannya.

Baca juga: Dokter Sebut Penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa Ada Prosedurnya (lll/up)