Selasa, 27 Feb 2018 13:19 WIB

Mengapa Waham Bisa Bikin ODGJ Lakukan Penyerangan? Ini Penjelasan Pakar

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Orang yang memiliki waham bisa melakukan penyerangan karena keyakinan yang kuat atas sebuah kebenaran. Foto: Rifkianto Nugroho Orang yang memiliki waham bisa melakukan penyerangan karena keyakinan yang kuat atas sebuah 'kebenaran'. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Pasien skizofrenia rentan mengalami waham atau delusi. Hal ini karena adanya gangguan daya nilai realita yang memunculkan keyakinan yang salah, termasuk soal penyerangan tempat ibadah.

dr Agung Frijanto, SpKJ, Ketua Komite Medik RSJ Soeharto Heerdjan, mengatakan waham atau delusi yang dialami orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) pasien skizofrenia membuat mereka lebih rentan untuk disugesti.

Baca juga: Foto: Masak Hingga Jualan di Kelas Daycare ODGJ

"Delusi atau waham membuat pasien gangguan jiwa memiliki gangguan minddset atau isi pikir dan keyakinan palsu," ujar dr Agung, saat ditemui baru-baru ini di RSJ Soeharto Heerdjan, Grogol, Jakarta Barat.

"Dalam konteks ODGJ, misalnya dia punya waham atau keyakinan tentang keagamaan, dia bisa dipengaruhi. Mereka lebih rentan untuk disugesti, dipengaruhi mindset atau cara berpikirnya dengan pendidikan atua pelatihan yang bahkan bisa merubah perilaku," terangnya lagi.

Pada ODGJ, sugesti atau bentuk pengaruh bisa datang dari mana saja. dr Agung mengatakan informasi yang dibaca, dilihat atau didengar setiap hari bisa membuat ODGJ tersugesti dan memiliki keyakinan yang salah.



Misalnya, ODGJ sering membaca atau mendengar bahwa tempat ibadah suatu agama tertentu merupakan tempat yang salah dan harus dihancurkan. Jika pengaruh dan sugesti ini terus menerus dipaparkan kepada ODGJ, muncul keyakinan yang membuatnya harus menghancurkan atau merusak tempat ibadah tersebut.

"Keyakinan yang salah, dan tidak sesuai dengan norma lingkungan, kebudayaan dan tak bisa digoyahkan, itu kan waham namanya. Dia betul-betul yakin," terangnya lagi.

Baca juga: Wah, Ada Daycare Khusus Bagi ODGJ di RSJ Soeharto Heerdjan

Meski begitu, waham dan keyakinan yang salah ini bisa dikontrol dan dikendalikan. Selain dengan obat-obatan dan perawatan, terapi perilaku dikatakan dr Agung juga bisa menghilangkan sugesti dan pengaruh pada waham pasien skizofrenia.

"Ada namanya Cognitive Behavioral Therapy. Jadi perilakunya bisa kita ubah, wahamnya bisa terkontrol, dan pasien bisa pulih dan berfungsi kembali di masyarakat," tutupnya.

Baca juga: Foto: Tak Berbeda, Begini Keseharian Pasien Rumah Sakit Jiwa (mrs/up)
News Feed