7 Masalah Kesehatan yang Bisa Dideteksi dari Mata

7 Masalah Kesehatan yang Bisa Dideteksi dari Mata

Firdaus Anwar - detikHealth
Kamis, 01 Mar 2018 18:52 WIB
7 Masalah Kesehatan yang Bisa Dideteksi dari Mata
Foto: Thinkstock
Jakarta - Selain sebagai indra penglihatan, mata tampaknya juga bisa menjadi indikator untuk beberapa kondisi kesehatan. Menurut peneliti di jurnal Neurology hal ini bisa dilakukan dengan memerhatikan pembuluh darah halus yang ada di mata.

Jennifer A. Deal dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health mengatakan pembuluh darah di mata mirip dengan pembuluh darah yang ada di otak. Oleh karena itu dengan menganalisanya seseorang bisa mendapat petunjuk berbagai kondisi mulai dari penyakit pembuluh darah, jantung, hingga gangguan otak.

Dikutip dari CNN pada Kamis (1/3/2018), berikut beberapa contoh masalah kesehatan yang bisa dideteksi dari mata:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Yuk, Jaga Kesehatan Mata dengan 5 Asupan Ini


1. Diabetes

Foto: iStock
dr Justin Bazan dari Vision Council mengatakan tanda awal diabetes bisa muncul pada mata. Apa yang terjadi biasanya seseorang mengalami penglihatan yang buram untuk beberapa waktu sebelum kembali normal.

"Orang dengan diabetes mungkin mengalami momen di mana gula darah tidak terkontrol dan hal ini bisa mengubah lensa di dalam matanya. Bila hal ini terjadi maka tentu saja penglihatan akan terpengaruh," kata Justin.

2. Hipertensi

Foto: Thinkstock
Tanda-tanda dari tekanan darah tinggi (hipertensi) dapat diperhatikan pada mata. Menurut Justin mata dari seseorang yang memiliki hipertensi adalah pembuluh darahnya terlihat rusak dan mungkin juga terjadi perdarahan.

3. Kolesterol

Foto: Thinkstock
"Kolesterol tinggi adalah salah satu hal yang mudah diperhatikan dalam pemeriksaan mata karena terlihat di depan," kata Justin. Ketika kolesterol membentuk plak di arteri sebagian akan mengikuti aliran darah dan berakhir di mata menyebabkan perubahan struktur.

"Tidak ada seharipun saya tidak menemukan pasien dengan penumpukan kolesterol," kata Justin.

4. Multiple sclerosis

Foto: Thinkstock
Justin mengatakan kondisi multiple sclerosis (MS) bisa dideteksi bila pasien mengeluh hilang penglihatan secara tiba-tiba. Ini karena pada pasien dengan MS saraf-saraf optiknya rusak akibat diserang oleh sistem imun tubuh sendiri.

Bila diperhatikan dokter dapat melihat perubahan warna dan bentuk saraf optik mata pasien MS.

5. Infeksi menular seksual

Foto: Teen Tech Awards
Penyakit infeksi menular seksual seperti chlamydia, sifilis, atau HIV dapat menyebabkan perubahan pada warna pupil atau konjungtivitis. Menurut Justin perubahan warna pupil khususnya terjadi karena reaksi dari sel darah putih terhadap infeksi.

Justin sendiri mengaku melihat beberapa pupil mata pasiennya dengan HIV berubah warna jadi agak keabu-abuan.

6. Masalah tiroid

Foto: Thinkstock
Tiroid adalah kelenjar yang memproduksi hormon pemicu air mata, leh sebab itu bila ada masalah maka menurut Justin biasanya akan terlihat dengan mata yang merah kering. Selain itu masalah tiroid juga bisa menyebabkan otot yang menggerakkan bola mata jadi kaku.

"Jadi kalau kamu melihat ada orang dengan mata yang sangat melotot kemungkinan itu karena penyakit Graves, berhubungan dengan kondisi tiroid.

7. Kanker

Foto: Thinkstock
Kanker termasuk di dalamnya kanker payudara, leukemia, dan limfoma bisa terdeteksi pada mata. Ini karena sel basal pada mata termasuk dalam sel kulit yang paling sensitif terhadap kanker.

"Jadi inti utamanya adalah ketika kamu pergi periksa rutin ke dokter mata bukan cuma untuk sekedar mengecek penglihatan, mendapatkan kaca mata atau lensa kontak," kata Justin.
Halaman 2 dari 8
dr Justin Bazan dari Vision Council mengatakan tanda awal diabetes bisa muncul pada mata. Apa yang terjadi biasanya seseorang mengalami penglihatan yang buram untuk beberapa waktu sebelum kembali normal.

"Orang dengan diabetes mungkin mengalami momen di mana gula darah tidak terkontrol dan hal ini bisa mengubah lensa di dalam matanya. Bila hal ini terjadi maka tentu saja penglihatan akan terpengaruh," kata Justin.

Tanda-tanda dari tekanan darah tinggi (hipertensi) dapat diperhatikan pada mata. Menurut Justin mata dari seseorang yang memiliki hipertensi adalah pembuluh darahnya terlihat rusak dan mungkin juga terjadi perdarahan.

"Kolesterol tinggi adalah salah satu hal yang mudah diperhatikan dalam pemeriksaan mata karena terlihat di depan," kata Justin. Ketika kolesterol membentuk plak di arteri sebagian akan mengikuti aliran darah dan berakhir di mata menyebabkan perubahan struktur.

"Tidak ada seharipun saya tidak menemukan pasien dengan penumpukan kolesterol," kata Justin.

Justin mengatakan kondisi multiple sclerosis (MS) bisa dideteksi bila pasien mengeluh hilang penglihatan secara tiba-tiba. Ini karena pada pasien dengan MS saraf-saraf optiknya rusak akibat diserang oleh sistem imun tubuh sendiri.

Bila diperhatikan dokter dapat melihat perubahan warna dan bentuk saraf optik mata pasien MS.

Penyakit infeksi menular seksual seperti chlamydia, sifilis, atau HIV dapat menyebabkan perubahan pada warna pupil atau konjungtivitis. Menurut Justin perubahan warna pupil khususnya terjadi karena reaksi dari sel darah putih terhadap infeksi.

Justin sendiri mengaku melihat beberapa pupil mata pasiennya dengan HIV berubah warna jadi agak keabu-abuan.

Tiroid adalah kelenjar yang memproduksi hormon pemicu air mata, leh sebab itu bila ada masalah maka menurut Justin biasanya akan terlihat dengan mata yang merah kering. Selain itu masalah tiroid juga bisa menyebabkan otot yang menggerakkan bola mata jadi kaku.

"Jadi kalau kamu melihat ada orang dengan mata yang sangat melotot kemungkinan itu karena penyakit Graves, berhubungan dengan kondisi tiroid.

Kanker termasuk di dalamnya kanker payudara, leukemia, dan limfoma bisa terdeteksi pada mata. Ini karena sel basal pada mata termasuk dalam sel kulit yang paling sensitif terhadap kanker.

"Jadi inti utamanya adalah ketika kamu pergi periksa rutin ke dokter mata bukan cuma untuk sekedar mengecek penglihatan, mendapatkan kaca mata atau lensa kontak," kata Justin.

(fds/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads