Rock Melon di Australia Tercemar Listeria, Begini Tipsnya Agar Tak Terinfeksi

ADVERTISEMENT

Rock Melon di Australia Tercemar Listeria, Begini Tipsnya Agar Tak Terinfeksi

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Rabu, 07 Mar 2018 19:06 WIB
Agar tak tercemar bakteri listeria pada rock melon Australia, lakukan langkah-langkah pencegahan. Foto: iStock
Jakarta - Sekitar lima belas warga Australia pada Sabtu kemarin (3/3/2018) dilaporkan terinfeksi bakteri Listeria yang terdapat dalam buah rockmelon. Tiga di antaranya meninggal akibat penyakit listeriosis yang disebabkan oleh bakteri tersebut.

Listeria dapat menyebabkan infeksi serius dan fatal pada bayi, anak-anak, orang sakit dan lanjut usia, serta orang dengan sistem imun yang lemah, seperti yang dituturkan oleh Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI, dr. H. M. Subuh, MPPM, dalam situs resmi Kemenkes RI, dikutip Senin (5/3/2018).

Kementerian Pertanian pada Senin (5/3/2018) mengeluarkan surat edaran kepada seluruh Balai Besar atau Stasiun Karantina Pertanian di Indonesia untuk memberlakukan kewaspadaan dan pengawasan terhadap pemasukan buah jenis rockmelon atau cantaloupe yang diimpor dari Australia.

Baca Juga: Bakteri Listeria Sering Ditemukan Dalam Buah Impor, Bahayakah?

Pengujian ada tidaknya bakteri Listeria monocytogenes pada buah-buahan tersebut sedang dilakukan, dan jika kedapatan cemaran bakteri yang dapat mengakibatkan Listeriosis tersebut maka akan dilakukan tindakan pemusnahan dan dilakukan notifikasi ke negara asal.

"Orang sehat juga dapat terinfeksi penyakit Listeriosis. Gejala jangka pendek yang muncul seperti demam tinggi, sakit kepala parah, pegal, mual, sakit perut dan diare," terang dr Subuh.


Gejala-gejala tersebut bisa muncul beberapa hari setelah kita mengasup makanan yang tercemar bakteri, tapi bisa juga gejalanya baru muncul setelah dua bulan kemudian.

Disampaikan oleh dr Subuh, ada beberapa langkah pencegahan agar terhindar dari infeksi bakteri Listeria, yaitu:

1. Bilas bahan mentah dengan air mengalir, seperti buah-buahan dan sayuran, sebelum dimakan, dipotong, atau dimasak. Bahkan jika hasil tersebut sudah dikupas, tetap harus dicuci terlebih dahulu.

2. Menggosok produk hasil pertanian, seperti melon dan mentimun, dengan menggunakan sikat bersih sebelum disimpan, dan keringkan produk dengan kain bersih atau kertas.

3. Pisahkan daging mentah dan unggas dari sayuran, makanan matang, dan makanan siap-saji.

4. Cuci peralatan masak, berupa alat atau alas pemotong, yang telah digunakan untuk daging mentah, unggas, produk-produk hewani sebelum digunakan pada produk makanan lainnya

5. Cuci tangan menggunakan sabun sebelum mengolah makanan, dan saat akan makan.

"Pencegahan secara total mungkin tidak dapat dilakukan, namun makanan yang dimasak, dipanaskan dan disimpan dengan benar umumnya aman dikonsumsi karena bakteri ini akan mati pada temperatur 75C," tandas dr. Subuh.

Ditambahkan juga oleh dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, ahli saluran pencernaan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, bahwa yang utama adalah dengan adanya informasi resmi, maka masyarakat diimbau untuk tidak membeli buah tersebut dan meningkatkan daya tahan tubuh supaya tidak mudah terjangkit infeksi.

(wdw/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT