Waspada, 4 Tanda Umum yang Juga Tampak pada Penyakit Ginjal

Waspada, 4 Tanda Umum yang Juga Tampak pada Penyakit Ginjal

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Jumat, 09 Mar 2018 20:08 WIB
Waspada, 4 Tanda Umum yang Juga Tampak pada Penyakit Ginjal
Foto: Ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Penyakit ginjal adalah salah satu penyakit yang punya gejala umum (juga tampak pada penyakit lain). Sehingga, mau tidak mau, kita harus lebih bisa peka membaca tanda-tanda yang ditampilkan guna mendeteksi dini apakah ada penurunan fungsi ginjal yang terjadi.

"Sebagian besar orang tidak mengeluhkan gejala apapun sampai penyakit ginjal kronisnya memasuki stadium lanjut. Bahkan, fungsi ginjal dapat menurun hingga 90 persen sebelum gejala muncul," tutur dr Aida Lydia, PhD, SpPD-KGH, Ketua Pengurus Besar Perhimpunan Nefrologi Indonesia, pada kesempatan yang lalu.

Lantas, apa saja gejala-gejala yang biasa terjadi ketika seseorang mengalami penyakit ginjal? Simak selengkapnya di sini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: 5 Hal yang Bisa Memicu Gagal Ginjal

1. Perubahan jumlah buang air kecil dalam sehari

Foto: thinkstock
Tiba-tiba jadi lebih sering buang air kecil? Ini merupakan salah satu gejala dari infeksi saluran kemih (ISK). ISK atau sering disebut anyang-anyangan merupakan infeksi akibat bakteri di saluran kencing. Bakteri tersebut menempel dan berkembang biak di saluran kemih.

Bakteri ini, jika tidak cepat ditangani dapat menjalar ke ginjal. Terlebih jika infeksi sudah terjadi berulang kali. Infeksi ini lebih sering dialami para wanita karena wanita memiliki saluran ureter yang lebih pendek daripada pria.

2. Tekanan darah tinggi

Foto: Thinkstock
Seperti diketahui, hipertensi adalah salah satu kondisi yang memberikan ancaman serius bagi kesehatan ginjal. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan kemungkinan gangguan fungsi ginjal. Namun terkadang, orang-orang yang mengalami gangguan fungsi ginjal kurang menyadari ini.

"Hipertensi, diabetes, obesitas, itu yang utama. Tentu saja untuk menjawab pertanyaan itu (bagaimana mencegah) kita harus mengendalikan faktor risiko sebelum itu," tuturnya.

3. Hematuria

Foto: ilustrasi/thinkstock
Adanya darah dalam urine atau hematuria adalah pertanda adanya gangguan fungsi ginjal. Selain ditemukannya darah dalam urine, terjadi juga proteinuria atau ditemukannya kadar protein yang tidak dalam batas normal dari urine.

Hematuria ditandai dengan urine akan berubah warna menjadi kemerahan atau sedikit kecokelatan. Tapi, dilakukan juga tes urine di laboraturium untuk mengecek apakah ditemukan kandungan darah yang tak kasat mata pada urine atau biasa disebut hematuria mikroskopik.

Hematuria sering terjadi karena infeksi saluran kencing, tapi juga bisa terjadi karena infeksi ginjal. Gejala yang yang ditemukan adalah demam dan juga sakit pada sisi punggung bagian bawah.

4. Gejala lainnya

Foto: Thinkstock
Hal-hal lain seperti kehilangan nafsu makan, anemia (akibat terganggunya proses produksi sel darah merah oleh ginjal), kelelahan, sulit tertidur, tidak dapat berkonsentrasi, ditemukan juga gejala seperti pembengkakan.

Pembengkakan ini terjadi terutama pada kaki dan pergelangan kaki. Selain itu, bengkak juga dapat terjadi pada kelopak mata waktu bangun tidur di pagi hari.

Baca juga: Kenali 5 Tanda Gagal Ginjal
Halaman 2 dari 5
Tiba-tiba jadi lebih sering buang air kecil? Ini merupakan salah satu gejala dari infeksi saluran kemih (ISK). ISK atau sering disebut anyang-anyangan merupakan infeksi akibat bakteri di saluran kencing. Bakteri tersebut menempel dan berkembang biak di saluran kemih.

Bakteri ini, jika tidak cepat ditangani dapat menjalar ke ginjal. Terlebih jika infeksi sudah terjadi berulang kali. Infeksi ini lebih sering dialami para wanita karena wanita memiliki saluran ureter yang lebih pendek daripada pria.

Seperti diketahui, hipertensi adalah salah satu kondisi yang memberikan ancaman serius bagi kesehatan ginjal. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan kemungkinan gangguan fungsi ginjal. Namun terkadang, orang-orang yang mengalami gangguan fungsi ginjal kurang menyadari ini.

"Hipertensi, diabetes, obesitas, itu yang utama. Tentu saja untuk menjawab pertanyaan itu (bagaimana mencegah) kita harus mengendalikan faktor risiko sebelum itu," tuturnya.

Adanya darah dalam urine atau hematuria adalah pertanda adanya gangguan fungsi ginjal. Selain ditemukannya darah dalam urine, terjadi juga proteinuria atau ditemukannya kadar protein yang tidak dalam batas normal dari urine.

Hematuria ditandai dengan urine akan berubah warna menjadi kemerahan atau sedikit kecokelatan. Tapi, dilakukan juga tes urine di laboraturium untuk mengecek apakah ditemukan kandungan darah yang tak kasat mata pada urine atau biasa disebut hematuria mikroskopik.

Hematuria sering terjadi karena infeksi saluran kencing, tapi juga bisa terjadi karena infeksi ginjal. Gejala yang yang ditemukan adalah demam dan juga sakit pada sisi punggung bagian bawah.

Hal-hal lain seperti kehilangan nafsu makan, anemia (akibat terganggunya proses produksi sel darah merah oleh ginjal), kelelahan, sulit tertidur, tidak dapat berkonsentrasi, ditemukan juga gejala seperti pembengkakan.

Pembengkakan ini terjadi terutama pada kaki dan pergelangan kaki. Selain itu, bengkak juga dapat terjadi pada kelopak mata waktu bangun tidur di pagi hari.

Baca juga: Kenali 5 Tanda Gagal Ginjal

(lll/lll)

Berita Terkait