Sabtu, 10 Mar 2018 10:16 WIB

Studi Ungkap Wanita Lebih Rela Donasikan Ginjalnya Daripada Pria

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Foto: Getty Images Foto: Getty Images
Jakarta - Hari Ginjal Sedunia tahun ini diperingati tepat satu hari sebelum Hari Perempuan Internasional. Momen istimewa ini bisa menjadi momen tepat untuk memberikan kesadaran para wanita untuk lebih peka terhadap kesehatannya sendiri terutama kesehatan ginjal.

Terkait dengan hal tersebut, sebuah studi di Inggris mengungkapkan bahwa ada 36 persen wanita yang cocok secara klinis mendonasikan ginjalnya kepada suaminya. Dan hanya 7 persen laki-laki yang melakukan hal yang sama.

"Meski susah untuk menentukan alasan spesifik mengapa ada angka yang tinggi terhadap para istri yang menjadi donor bagi suaminya," kata Prof Adeera Levin dari University of British Colombia, Kanada, seperti dikutip dari The Sun.


Prof Levin menambahkan bahwa bukti-bukti mengungkapkan bahwa wanita-wanita ini tergugah oleh beberapa alasan seperti altruisme (sebuah kondisi psikologis di mana seseorang terus memperhatikan orang lain tapi tak memperhatikan diri sendiri) dan keinginan untuk membantu keluarganya tetap bertahan.

Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Visceral Medicine, yang diterbitkan dalam rangka Hari Ginjal Sedunia yang diperingati setiap hari Kamis kedua di bulan Maret.

Lisa Burnapp, suster kepala Living Donation, mengatakan selain kedua alasan tersebut, ada faktor-faktor lain yang mungkin berkontribusi atas tingginya porsi donor wanita ketimbang pria.

"Sebagai contoh, jika pasangan suami-istri punya anak dan suaminya ingin menjadi donor bagi istrinya, dia bisa jadi punya antibodi yang melawannya yang berasal dari kehamilannya, dan hal ini menyebabkan si suami tidak cocok menjadi donor untuknya," jelas Burnapp.

Bagaimanapun, lanjutnya, jika situasinya dibalik, istrinya justru bisa menjadi donor ke suaminya. Data dari National Health Service UK menunjukkan ada 990 pendonor ginjal hidup di tahun 2017, yang merupakan kedua tertinggi setelah tahun 2013.

Dalam kasus penyakit gagal ginjal, donor hidup berperan dalam satu dari tiga transplantasi ginjal, dan dikatakan ada sekitar 261 orang meninggal dalam penantian tersebut. Selain itu hal ini menjadi ironis karena menurut survei yang dilakukan oleh SRL Diagnostics di India, 11,36 persen penyakit ginjal justru lebih banyak diidap oleh wanita ketimbang pria (9,48 persen).


Direktur kebijakan dari Kidney Care UK, Fiona Loud, menceritakan pengalamannya mendapatkan donor ginjal dari suaminya 11 tahun yang lalu. "Memberikan ginjal kepada orang terkasih adalah sebuah hadiah istimewa," katanya.

Loud menyebut keputusan untuk mendonorkan ginjal adalah sebuah keputusan yang sangat emosional dan personal sehingga membutuhkan riset lebih banyak lagi agar dapat memahami mengapa wanita lebih sering menjadi pendonor hidup.

"Jika kita membalikkan tren donor ginjal hidup yang menurun saat ini di Inggris, kita perlu memastikan bahwa baik pria maupun wanita mengetahui tentang pendonoran ginjal dan didukung dalam keputusan mereka untuk melakukannya," tegas Loud.

(up/up)
News Feed