Canggih! Casing Smartphone Ini Bisa Buat Cek Tensi Darah

Canggih! Casing Smartphone Ini Bisa Buat Cek Tensi Darah

Firdaus Anwar - detikHealth
Senin, 12 Mar 2018 11:05 WIB
Canggih! Casing Smartphone Ini Bisa Buat Cek Tensi Darah
Sensor terletak di belakang casing. (Foto: ABC Australia)
Jakarta - Kapan kamu terakir cek tensi darah? Menurut dokter seharusnya kita mengecek tensi darah setiap hari agar tahu kondisi tubuh. Nah masalahnya jarang orang melakukan hal tersebut sehingga seringkali tensi tidak terkontrol sampai menimbulkan komplikasi.

Salah satu alasan mengapa masih jarang orang rutin cek tensi darah adalah karena tidak sempat. Untuk mengecek tensi darah perlu bantuan alat tensimeter, stetoskop, dan juga mungkin bantuan dari tenaga kesehatan untuk membaca hasilnya.

Nah sekelompok peneliti dari Amerika Serikat ingin mengubah hal tersebut dengan merancang alat pengukur tensi yang bisa dibawa kemana saja. Dilaporkan dalam jurnal Science Translational Medicine alatnya berbentuk casing smartphone yang dilengkapi dengan sensor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Profesor Ramakrishna Mukkamala dari Michigan State University mengatakan alat bekerja dengan cara pengguna menekan jari pada sensor. Prinsipnya sama seperti tensimeter yaitu dengan mendeteksi tekanan darah yang mengalir pada arteri jari.

Baca juga: Tensi Tinggi tapi Tak Merasa Sakit Kepala? Ini Kata Dokter

Casing terhubung dengan aplikasi di smartphone dan akan memberikan petunjuk seberapa kuat seorang pengguna harus menekan sensor. Aplikasi akan menghitung data dari sensor lalu menampilkan hasilnya di layar.

"Alat biasa mengukur tensi dari arteri di lengan atas, kami membuat alat yang bisa membaca tekanan ujung jari karena ada jaringan arteri di situ," kata Prof Ramakhrishna seperti dikutip dari ABC, Senin (12/3/2018).

Tes pada 30 orang menunjukkan sekitar 90 persen responden dapat menggunakan alat secara mudah. Sementara itu untuk keakuratannya menurut Prof Ramakhrishna masih perlu dites lagi sampai memenuhi standar.

"Teknologi ini dapat digunakan, akurat, berdasarkan prinsip dasar. Kami sudah menunjukkannya," pungkas Prof Ramakhrishna.

Baca juga: Masih Muda Tapi Tensi Sering Tinggi? Waspada Hipertensi Sekunder (fds/up)

Berita Terkait