Selasa, 13 Mar 2018 06:25 WIB

Dalam Setahun, Manusia Mengalami Hari yang Buruk Sebanyak 60 Kali

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Frasa hari buruk atau bad day menggambarkan perasaan tidak senang atau kesal ketika mengalami beragam masalah dalam satu hari. Dampaknya, risiko stres pun lebih besar terjadi di hari-hari tersebut.

Freeletics, aplikasi olahraga dan fitness, melakukan survei terhadai lebih dari 2.000 pekerja dewasa di Amerika Serikat. Hasil survei menyebut rata-rata responden mengalami hari buruk 60 kali dalam setahun.



Dengan kata lain, seseorang mungkin mengalami masalah dan tidak mood bekerja selama kurang lebih 2 bulan dalam setahun. Masalah mood ini terjadi sebagian besar karena kurang tidur, masalah ekonomi dan masalah pekerjaan.

Tidak enak badan, rencana yang gagal hingga rambut yang tidak sesuai dengan keinginan menjadi penyumbang mood jelek seharian. Bahkan alasan sesimpel tidak mandi dengan air hangat menjadi pemicu mood yang buruk.

"Stres kronis menyebabkan tubuh tidak bisa mengatur level kortisol yang beredar. Akibatnya, metabolis, sistem imun hingga ritme tidur dan tekanan darah akan terganggu," ujar John-Francis Kenndey, pakar fisiologi dari Freeletics, dikutip dari NY Post.

Menariknya, mood yang jelek seharian bisa dihilangkan dengan olahraga. Sekitar 95 persen responden mengaku merasa lebih baik setelah melakukan olahraga kardio selama satu jam.

Kennedy mengatakan hal ini terjadi karena olahraga memicu pelepasan hormon endorfin. Seperti yang kita ketahui, endorfin merupakan hormon yang bertanggung jawab atas perasaan bahagia yang kita rasakan.

"Olahraga dalam bentuk apapun bisa mengatasi stres dan frustasi karena adanya pelepasan hormon endorfin, dopamin, hingga serotonin yang menekan hormon stres kortisol sehingga kita lebih bahagia," ujarnya.



(mrs/up)
News Feed