dr Frandy Susatia, SpS, dari Siloam Hospital Kebon Jeruk, mengatakan ALS menyerang saraf motorik. Akibatnya, otot akan menjadi kaku, melemah dan mengecil.
Di sisi lain, ALS juga menyerang sumsum tulang belakang. Risiko kematian terjadi jika sumsum tulang belakang yang mengatur sistem otot pernapasan juga ikut terganggu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam buku Stephen Hawking: His Life and Work tulisan Kitty Ferguson, Hawking diketahui pernah hampir kehilangan nyawa saat terinfeksi pneumonia pada tahun 1985. Sang istri, Jane Hawking, bahkan sempat diminta untuk menyudahi life suppport karena dokter merasa nyawa Hawking sudah tidak tertolong.
"Jane menolak pemberhentian life support Stephen. Namun akibatnya, Stephen harus melakukan trakeostomi sehingga kemampuan bicaranya hilang sama sekali," tulis Kitty.
dr Leo McCluskey dari ALS Center University of Pennsylvania, mengatakan kemungkinan besar operasi tersebut yang menyelamatkan nyawa Hawking hingga bisa hidup lebih dari 50 tahun sebagai pengidap ALS. Pada pengidap ALS yang kemampuan saraf motorik lemah, gangguan pernapasan memang rentan menyerang.
"Ketika neuron yang menggerakkan diafragma terganggu, orang jadi tidak bisa bernapas. Inilah penyebab kematian terbesar pada pasien ALS. Menurutku Stephen Hawking tidak memiliki masalah ini sehingga ia bisa hidup hingga usia lebih dari 70 tahun," tutupnya.











































