Sabtu, 17 Mar 2018 00:03 WIB

Penjelasan BPOM Soal Temuan Mikroplastik dalam Air Kemasan

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Temuan mikroplastik dalam air minum kemasan tengah jadi perhatian WHO (Foto: iStock) Temuan mikroplastik dalam air minum kemasan tengah jadi perhatian WHO (Foto: iStock)
Jakarta - Temuan mikroplastik dalam beberapa merk air minum kemasan jadi perhatian serius organisasi kesehatan dunia (WHO). Investigasi tentang temuan tersebut tengah dilakukan.

Sementara di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyampaikan imbauan agar konsumen tetap tenang. Keamanan, mutu, dan gizi produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang beredar di Indonesia sudah diatur dalam SNI AMDK (Wajib SNI) dan Peraturan Kepala BPOM.

"BPOM RI terus melakukan pengawasan pre-market dan post-market terhadap keamanan, mutu, dan gizi produk pangan sesuai dengan standar yang berlaku," demikian dikutip dari pom.go.id, Jumat (16/3/2018).

Dalam rilis resmi tersebut, BPOM menyebut bahwa mikroplastik merupakan isu yang sedang diamati perkembangannya. Penelitian tentang toksikologi mikroplastik bagi kesehatan manusia tengah dilakukan oleh berbagai lembaga di seluruh dunia.



BPOM menyebut, The Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives (JECFA) hingga saat ini belum mengevaluasi toksisitas plastik dan komponennya. Karenanya, belum ditetapkan batas aman untuk mikroplastik.

"Codex, sebagai badan standar pangan dunia di bawah FAO-WHO belum mengatur ketentuan tentang mikroplastik pada pangan," tulis BPOM.

Meski demikian, BPOM tetap memantau perkembangan isu cemaran mikroplastik dalam air kemasan. BPOM juga berkoordinasi dengan akademisi lintas keahlian, kementerian, dan lembaga terkait.

(up/up)