Minggu, 25 Mar 2018 20:03 WIB

Terbalik! Gemuk Bukan karena Banyak Tidur, Tapi Justru Kurang Tidur

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Mitos yang dipercaya selama ini adalah banyak tidur menyebabkan gemuk. Mungkin ada benarnya bagi yang rutinitasnya sehari-hari cuma makan, tidur, 'repeat'!

Tetapi bagi yang sama-sama menjaga pola makan, pola tidur yang baik sangat berpengaruh pada keberhasilkan upaya mengurangi lemak tubuh. Bukan cuma berat badan, tetapi komposisi lemak dibandingkan dengan massa otot.

Ini terbukti dalam sebuah penelitian di Nortwestern University. Para ilmuwan mengamati sejumlah relawan gemuk yang dibagi menjadi 2 kelompok. Satu kelompok fokus memangkas asupan kalori, sedangkan kelompok sisanya memangkas kalori dan mengurangi tidur.

Di akhir eksperimen, kedua kelompok sama-sama mengalami penurunan berat badan sebesar rata-rata 3,2 kg. Namun ketika diamati komposisi massa tubuhnya, terdapat perbedaan di antara keduanya. Partisipan yang pola tidurnya normal punya massa lemak yang lebih sedikit dibanding yang kurang tidur.



"Tentu saja, pembatasan kalori dan olahraga keduanya sangat penting untuk menurunkan berat badan dan menjaga berat badan, tapi hasil tadi menunjukkan bahwa tidur juga perlu dipertimbangkan," kata Kristen Knutson, ahli tidur yang melakukan penelitian itu, dikutip dari Reuters.

Temuan ini menegaskan berbagai hasil penelitian sebelumnya yang juga mengaitkan kurang tidur dengan risiko kegemukan. Normalnya, orang dewasa membutuhkan tidur yang berkualitas selama 7-8 jam dalam sehari.

(up/up)