Pembawa acara Scishow Stefan Chin mengatakan habitat gua membuat tanaman sulit untuk tumbuh sehingga makanan di sana sangat langka. Ikan buta mungkin hanya makan sekali dua kali dalam setahun ketika terjadi banjir musiman atau ketika feses kelelawar tidak sengaja jatuh ke kolamnya.
Oleh sebab itu menurut peneliti ikan buta memiliki diabetes bukan sebagai penyakit melainkan bentuk adaptasi.
"Peneliti mengetahui hal ini ketika bereksperimen memberikan gula pada tiga kelompok ikan goa dan spesies ikan sungai yang masih kerabat. Setelah delapan jam peneliti menemukan gula darah ikan goa masih tinggi sedangkan gula darah ikan sungai sudah normal," kata Stefan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan kondisi gula darah yang selalu tinggi studi sebelumnya telah melihat bahwa ikan buta dapat lebih mudah menimbun lemak saat makan dan sulit untuk kehilangan bobot tubuh ketika kelaparan. Ini menjadi kunci penting bagi spesies yang hidup di daerah langka makanan.
Satu hal yang masih menjadi misteri bagi peneliti adalah bagaimana ikan buta dapat menghindari efek buruk diabetes. Gula darah tinggi dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh manusia, namun untuk ikan buta jaringan tubuh mereka justru lebih awet muda dibandingkan dengan spesies saudaranya.
Studi terbaru dalam jurnal Nature menyebut bahwa ikan buta ini mungkin menyimpan misteri bagaimana cara bisa hidup sehat meski gula darah sering tinggi.











































