Hal ini karena Joel memiliki kondisi langka bernama mirror-touch synaesthesia atau sinestesia cermin. Orang dengan sinestesia ini sensasi indranya dapat saling tercampur, itulah kenapa ada beberapa orang yang bisa mengecap warna atau mendengar gambar.
Nah pada kasus Joel, dirinya memiliki sinestesia cermin di mana ia bisa merasakan apa yang orang lain rasakan. Waktu masih kecil Joel hanya mengerti bisa merasa senang ketika orang lain senang dan sebaliknya, itulah mengapa awalnya ia ingin jadi dokter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Joel bisa melihat rasa sakit pasiennya. Foto: BBC |
Joel mulai menyadari dirinya 'berbeda' ketika kuliah kedokteran. Saat itu ia menghadapi tantangan berat harus melalui kasus-kasus luka ekstrem dengan sinestesia cerminnya.
"Rasa nyeri terasa sangat nyata ketika saya melihat luka-luka ekstrem di sekolah kedokteran," kata Joel seperti dikutip dari BBC, Rabu (4/4/2018).
Sinestesia cermin terus membebani Joel sampai puncaknya pada tahun 2008 ia menyaksikan pasien pertama yang meninggal di hadapannya akibat henti jantung. Selama 30 menit Joel terdiam lalu berlari ke toilet sambil muntah-muntah.
"Ada pasien mengalami henti jantung dan saya belum siap. Saya melihat dirinya mendapat kompresi dada dan saya merasakan punggung saya di lantai dengan dada saya ditekan. Saya bisa merasakan selang udara di tenggorokan," kata Joel.
"Saya mengalami kekosongan, tidak bisa merasakan apa-apa secara total. Rasanya mengerikan. Seperti berada di satu ruangan dengan AC menyala lalu tiba-tiba dimatikan," lanjut Joel mendeskripsikan yang ia rasakan saat pasien dinyatakan meninggal.
Setelah kejadian tersebut Joel paham bahwa ia harus segera mencari cara mengatasia sinestesia cerminnya bila ingin terus jadi dokter. Bersama spesialis saraf yang ahli di bidang sinestesia, Dr V S Ramachandran, Joel menjalani beberapa tes.
Setelah beberapa tahun akhirnya Joel mulai terbiasa untuk mengendalikan sinestesia cermin. Salah satu trik yang biasa dilakukan Joel adalah dengan fokus melihat kerah pasien atau mengurung sensasi dirinya sendiri.
Kini Joel malah terkenal sebagai dokter yang mumpuni karena kondisi sinestesia cermin membantunya untuk mendeteksi keluhan pasien. Joel bisa tahu ketika pasiennya kesakitan atau haus hanya dari sedikit gerakan tubuh.
"Saya tidak melihat hal ini sebagai mukjizat atau kutukan karena bisa dua-duanya. Saya tidak bisa membayangkan hidup tanpa sinestesia, saya tidak bisa seperti ini tanpa kondisi itu," pungkas Joel yang sendirinya sudah jadi ahli saraf dan meneliti sinestesia.
(fds/up)












































Joel bisa melihat rasa sakit pasiennya. Foto: BBC