Selasa, 10 Apr 2018 09:08 WIB

FDA Akan Tindak Perusahaan yang Jual Rokok Elektrik untuk Anak-anak

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta -
Tren rokok elektrik terus meningkat hingga akhirnya mulai menarik perhatian berbagai pihak. Salah satunya adalah Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) yang belakangan ini mulai khawatir melihat makin banyak anak-anak jadi konsumen.


Didasari dari laporan dinas kesehatan tahun 2016 lalu, data menunjukkan ada peningkatan konsumsi rokok elektrik hingga 900 persen dari tahun 2011 ke 2015 di kalangan anak-anak Sekolah Menengah Atas (SMA). FDA khawatir perusahaan mulai menargetkan anak-anak sebagai konsumen utama mereka.


"Seharusnya tidak ada anak-anak yang memakai produk tembakau. Kami akan melakukan tindakan pada perusahaan yang kami pikir sengaja menjual produknya menarik untuk anak-anak," kata Komisioner FDA Dr Scott Gottlieb seperti dikutip dari CNN, Senin (9/4/2018).

Ahli menekankan rasa isi rokok elektrik yang unik seperti tutti frutti, permen kapas, atau permen jeli adalah contoh produk yang sengaja dipasarkan untuk menarik anak-anak.


Rokok elektrik sendiri dalam beberapa studi memang dianggap sebagai cara terapi yang bisa membantu seorang perokok untuk mengurangi dampak merugikan rokok konvensional. Namun studi lainnya melihat juga bahwa pada anak-anak atau non-perokok, rokok elektrik bisa jadi gerbang mengenalkan mereka pada rokok konvensional.


"Studi menunjukkan bahwa satu dari lima anak SMP yang merokok saat ini mulai kenal rokok dari rokok elektrik," komentar Joseph Allen peneliti dari Harvard T.H. Chan School of Public Health.

(fds/up)
News Feed