Makan Cabai Pedas Sedunia, Pria Ini Berakhir di Rumah Sakit

Makan Cabai Pedas Sedunia, Pria Ini Berakhir di Rumah Sakit

Widiya Wiyanti - detikHealth
Selasa, 10 Apr 2018 11:15 WIB
Makan Cabai Pedas Sedunia, Pria Ini Berakhir di Rumah Sakit
Foto: Getty Images
Jakarta -
Seorang pria yang mengikuti kompetisi makan cabai terpedas di Amerika Serikat. Ia mencoba memakan Carolina Reaper, ya cabai yang luar biasa pedas dan digadang-gadang menjadi cabai terpedas di dunia.

Seketika, pria yang tidak disebut namanya itu merasa sangat sakit di bagian kepala dan menyerang dengan sangat cepat atau disebut thunderclap. Pria itu langsung ditangani oleh tim medis.

Hingga beberapa hari berikutnya, pria itu masih merasa sakit di bagian kepala dan lehernya. Akhirnya untuk mengetahui kondisinya lebih lanjut dilakukan lah CT scan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari Daily Mail, CT scan menunjukkan beberapa arteri di otak pria berusia 34 itu telah menyempit dan ia didiagnosis dengan sindrom vasokonstriksi serebral reversibel (RCVS).

Hasil CT-scan otak tunjukkan thunderclap atau penyempitan arteri di otak.Hasil CT-scan otak tunjukkan thunderclap atau penyempitan arteri di otak. Foto: BMJ Case Reports


Kondisi seperti ini bisa dibarengi dengan sakit kepala yang luar biasa dan bahkan bisa menyebabkan kejang-kejang. Akhirnya, pria itu sembuh dengan sendirinya setelah CT scan selama lima minggu. Kemudian arteri di otaknya telah kembali pada ukuran normal. Kondisi pria itu dituliskan dalam jurnal yang dipublikasikan di BMJ Case Reports.


Pada tahun 2016, seorang pria Inggris, Mark McNeil juga pernah masuk rumah sakit setelah makan sayap ayam yang disiram dengan saus yang mengandung cabai Carolina Reaper.

"Sensasi terbakar. Saya minum banyak susu dan makan banyak mentimun, tomat, apa saja untuk mengurangi rasa sakit," katanya.

"Setelah sekitar satu setengah jam rasa, sakitnya semakin parah. Saya harus berangkat kerja lebih awal dan pergi ke rumah sakit," lanjutnya.

Cabai Carolina Reaper merupakan cabai yang sangat pedas dan panas, sehingga orang yang menyentuhnya diharuskan untuk memakai sarung tangan.


(wdw/up)

Berita Terkait