Formalin sendiri diketahui biasa dipakai untuk mengawetkan mayat. Menurut ahli toksikologi Dr Christopher Hoyte dari University of Colorado Hospital bila formalin diberikan pada orang yang masih hidup dapat menimbulkan kondisi bernama asidosis.
Ketika seseorang mengalami asidosis berarti tingkat cairan asam di tubuhnya berlebih. Ini karena formalin di dalam tubuh menghasilkan produk sampingan asam format. Makin tinggi kadarnya maka organ tubuh akan makin sulit berfungsi normal.
"Formalin sangat berbahaya untuk seluruh jaringan yang masih hidup karena dapat mengganggu hampir semua fungsi organ. Kalau kasus Ekaterina memang benar-benar terjadi maka kematian bukan suatu hal yang mengejutkan," komentar ahli lainnya Lewis Nelson dari Rutgers New Jersey Medical School.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nelson mengatakan bukan tidak mungkin untuk orang yang terpapar formalin selamat tergantung dari dosisnya. Namun karena kasus seperti jarang terjadi dokter belum tentu tahu berapa banyak dosis formalin yang fatal.
"Karena bukan sesuatu yang sering terjadi sulit untuk memprediksi angkanya," ungkap Nelson seperti dikutip dari Live Science, Kamis (12/4/2018).











































