Jakarta -
Migrain, sakit kepala tegang, atau sakit kepala karena sinus menimbulkan rasa pusing yang berbeda-beda pula letaknya. Karena itu penanganannya bisa berbeda. Sudah paham perbedaannya?
Dikutip dari Daily Mail, ini dia sejumlah perbedaaan dari rasa sakit kepala. Jangan sampai salah lagi membedakannya. Konsultasikan kepada dokter untuk penanganan lebih tepat.
Sakit kepala sinus
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
Kalau kamu mengalami rasa sakit, tertekan, dan berat pada area dahi, alis, atau pipi dan disertai dengan rasa sakit yang makin memburuk saat berbaring maka kemungkinan sakit kepala yang kamu alami sekarang disebabkan oleh sinus. Sinus juga menimbulkan hidung berair dan juga membuat pengidapnya diliputi rasa lelah sepanjang hari.
Sinus sering disalahartikan sebagai pilek karena punya gejala yang hampir sama meskipun mereka punya perbedaan-perbedaan yang jelas. Salah satunya, orang yang memiliki pilek biasanya hanya berlangsung selama 2-3 hari saja yang biasanya diikuti oleh hidung mampet, setelahnya ia akan merasa lebih baik. Akan tetapi infeksi sinus biasanya berlangsung selama 7 hari atau lebih.
Migrain
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
Pada sakit kepala biasa, biasanya rasa sakit muncul di beberapa lokasi, seperti bagian depan, belakang, atau atas kepala. Sedangkan rasa sakit pada migrain terletak lebih spesifik, yaitu di belakang mata.
Ahli bedah migrain yang berpusat di Houstondr, dr Mark Khorsandi mengatakan bahwa migrain akan berlangsung lebih lama dari sakit kepala biasa dan rasa sakitnya meningkat seiring berjalannya waktu.
"Pasien migrain sering menggambarkan rasa sakit saat berdenyut dan bisa bertambah buruk saat mereka mencoba melakukan aktivitas sehari-hari," kata dr Khorsandi.
Selain sakit kepala pada area yang sudah dijelaskan sebelumnya, beberapa orang dengan migrain juga dilaporkan memiliki gejala mood swing, mudah lapar, leher yang kaku, hingga rasa haus terus menerus pada beberapa hari sebelum mengalami sakit kepala.
Sakit kepala tegang (tension headache)
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
Tegang merupakan penyebab paling umum sakit kepala, angkanya mencapai 90 persen. Tegang bisa diakibatkan karena salah posisi tidur, gangguan tidur, stress, atau bekerja menghadap satu titik dalam waktu lama. Misalnya pekerja yang menghadap komputer terus sehingga leher menjadi tegang.
Rasa sakitnya dicirikan sebagai rasa tegang pada area bahu, kulit kepala, dan juga leher. Terasa juga tekanan pada area kening dan juga pada pelipis.
Kalau kamu mengalami rasa sakit, tertekan, dan berat pada area dahi, alis, atau pipi dan disertai dengan rasa sakit yang makin memburuk saat berbaring maka kemungkinan sakit kepala yang kamu alami sekarang disebabkan oleh sinus. Sinus juga menimbulkan hidung berair dan juga membuat pengidapnya diliputi rasa lelah sepanjang hari.
Sinus sering disalahartikan sebagai pilek karena punya gejala yang hampir sama meskipun mereka punya perbedaan-perbedaan yang jelas. Salah satunya, orang yang memiliki pilek biasanya hanya berlangsung selama 2-3 hari saja yang biasanya diikuti oleh hidung mampet, setelahnya ia akan merasa lebih baik. Akan tetapi infeksi sinus biasanya berlangsung selama 7 hari atau lebih.
Pada sakit kepala biasa, biasanya rasa sakit muncul di beberapa lokasi, seperti bagian depan, belakang, atau atas kepala. Sedangkan rasa sakit pada migrain terletak lebih spesifik, yaitu di belakang mata.
Ahli bedah migrain yang berpusat di Houstondr, dr Mark Khorsandi mengatakan bahwa migrain akan berlangsung lebih lama dari sakit kepala biasa dan rasa sakitnya meningkat seiring berjalannya waktu.
"Pasien migrain sering menggambarkan rasa sakit saat berdenyut dan bisa bertambah buruk saat mereka mencoba melakukan aktivitas sehari-hari," kata dr Khorsandi.
Selain sakit kepala pada area yang sudah dijelaskan sebelumnya, beberapa orang dengan migrain juga dilaporkan memiliki gejala mood swing, mudah lapar, leher yang kaku, hingga rasa haus terus menerus pada beberapa hari sebelum mengalami sakit kepala.
Tegang merupakan penyebab paling umum sakit kepala, angkanya mencapai 90 persen. Tegang bisa diakibatkan karena salah posisi tidur, gangguan tidur, stress, atau bekerja menghadap satu titik dalam waktu lama. Misalnya pekerja yang menghadap komputer terus sehingga leher menjadi tegang.
Rasa sakitnya dicirikan sebagai rasa tegang pada area bahu, kulit kepala, dan juga leher. Terasa juga tekanan pada area kening dan juga pada pelipis.
(ask/up)