Tanda-tanda Seseorang Memiliki OCD (2)

Tanda-tanda Seseorang Memiliki OCD (2)

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Selasa, 08 Mei 2018 12:16 WIB
Tanda-tanda Seseorang Memiliki OCD (2)
Ciri-ciri OCD. Foto: thinkstock
Jakarta - Obsessive-compulsive disorder (OCD) adalah sejenis gangguan kecemasan di mana seseorang memiliki pikiran dan ketakutan yang tidak masuk akal (obsesi) yang menuntun seseorang melakukan sesuatu secara berulang-ulang. Umumnya orang mengaitkan OCD dengan perbuatan takut kuman atau organisir barang secara berlebihan, padahal ada banyak ciri lainnya.

Dirangkum detikHealth dari berbagai sumber, ini dia beberapa ciri ketika seseorang mengalami OCD. Apakah kamu temui tandanya pada dirimu atau orang terdekatmu?

Sering takut tersakiti oleh hal-hal aneh

Foto: thinkstock
Setiap orang pernah memiliki pikiran tentang kemungkinan terkena kekerasan atau kemalangan lainnya. Tapi orang-orang dengan OCD biasanya terus-terus dihantui dengan hal-hal tersebut. Misalnya, ketakutan tersambar petir hingga tidak ingin pergi ke tempat terbuka.

"Mereka (pasien OCD) bisa berusaha lebih keras untuk menekan pikiran-pikiran ini," ujar Szymanski penulis buku 'The Perfectionist's Handbook', "atau mereka malah bereaksi lebih intens kepada pikiran-pikiran tersebut karena mereka menganggapnya tidak bisa ditolak."

Kapan mencari bantuan:

Sangat penting untuk mengenali bahwa kita semua memiliki pikiran gelap sesekali, kata Szymanski. Tapi itu bisa menjadi tanda OCD jika pikiran tersebut membuatmu menghindari tempat-tempat tertentu, misalnya taman. Atau jika kekhawatiran akan keselamatan ibumu sebagai contohnya, mendorongmu untuk meneleponnya berkali-kali dalam sehari.

Khawatir akan merusak hubungannya dengan orang lain

Foto: Thinkstock
Orang dengan OCD diketahui obsesif dalam mengevaluasi hubungan mereka dengan teman, rekan kerja, pasangan, dan anggota keluarga. Mereka mungkin akan merenung dalam waktu lama tentang dampak komentar yang tidak disengaja ia ungkapkan pada orang lain. Pola pikir ini mencerminkan rasa tanggung jawab yang berlebihan.

Kapan mencari bantuan:

"Putus dengan pacar dapat membuat siapa saja terobsesi (apakah mereka memiliki OCD atau tidak)," kata Jenike. Akan tetapi, ini dapat menjadi tanda OCD jika pikiran seperti ini terus terngiang dan membuat kamu takut menjadi orang jahat.

Sering bertanya secara berulang

Foto: thinkstock
"Tadi aku tampil aneh banget ya?" tanya si pasien OCD kepada temannya. Saat itu, ia sedang menyanyi saat acara ulang tahun sahabatnya dan terus-terus menanyakan hal yang sama karena sedang mencoba menenangkan kecemasan yang sedang melandanya. Bila perlu, ia akan memaksakan temannya untuk mengulangi di bagian mana suaranya terdengar fals.

Kapan mencari bantuan:

Teman atau keluarga adalah tempat untuk meminta saran, tetapi jika kamu mendapati diri sendiri mengulangi pertanyaan yang sama berulang kali karena merasa cemas, itu bisa menandakan OCD.

I hate myself!

Foto: Thinkstock
Gangguan dismorfik tubuh atau body dysmorphic disorder (BDD) adalah suatu kondisi yang terkait dengan OCD di mana orang terpaku pada bagian tubuh mereka yang mereka anggap abnormal atau tidak menarik. Biasanya ia membenci bagian hidung, kulit, atau rambut mereka. Tidak seperti gangguan makan, BDD tidak melibatkan fokus pada perubahan berat badan atau diet.

Pikiran obsesif yang terkait dengan BDD sangat mirip dengan yang terlihat pada OCD. Banyak orang dengan BDD juga memiliki OCD dan khawatir tentang kebersihan tubuh mereka selain tampilannya.

Kapan mencari bantuan:

Kurang menyukai bentuk hidung atau rambutmu sendiri mungkin wajar terjadi. Tetapi orang-orang dengan BDD dapat menghabiskan berjam-jam dalam sehari hanya untuk cermin.

"Kamu melebih-lebihkan hal ini bagi dirimu sendiri dan bagi orang lain, kamu mungkin menghindar berada di sekeliling orang lain," tutup Szymanski.
Halaman 2 dari 5
Setiap orang pernah memiliki pikiran tentang kemungkinan terkena kekerasan atau kemalangan lainnya. Tapi orang-orang dengan OCD biasanya terus-terus dihantui dengan hal-hal tersebut. Misalnya, ketakutan tersambar petir hingga tidak ingin pergi ke tempat terbuka.

"Mereka (pasien OCD) bisa berusaha lebih keras untuk menekan pikiran-pikiran ini," ujar Szymanski penulis buku 'The Perfectionist's Handbook', "atau mereka malah bereaksi lebih intens kepada pikiran-pikiran tersebut karena mereka menganggapnya tidak bisa ditolak."

Kapan mencari bantuan:

Sangat penting untuk mengenali bahwa kita semua memiliki pikiran gelap sesekali, kata Szymanski. Tapi itu bisa menjadi tanda OCD jika pikiran tersebut membuatmu menghindari tempat-tempat tertentu, misalnya taman. Atau jika kekhawatiran akan keselamatan ibumu sebagai contohnya, mendorongmu untuk meneleponnya berkali-kali dalam sehari.

Orang dengan OCD diketahui obsesif dalam mengevaluasi hubungan mereka dengan teman, rekan kerja, pasangan, dan anggota keluarga. Mereka mungkin akan merenung dalam waktu lama tentang dampak komentar yang tidak disengaja ia ungkapkan pada orang lain. Pola pikir ini mencerminkan rasa tanggung jawab yang berlebihan.

Kapan mencari bantuan:

"Putus dengan pacar dapat membuat siapa saja terobsesi (apakah mereka memiliki OCD atau tidak)," kata Jenike. Akan tetapi, ini dapat menjadi tanda OCD jika pikiran seperti ini terus terngiang dan membuat kamu takut menjadi orang jahat.

"Tadi aku tampil aneh banget ya?" tanya si pasien OCD kepada temannya. Saat itu, ia sedang menyanyi saat acara ulang tahun sahabatnya dan terus-terus menanyakan hal yang sama karena sedang mencoba menenangkan kecemasan yang sedang melandanya. Bila perlu, ia akan memaksakan temannya untuk mengulangi di bagian mana suaranya terdengar fals.

Kapan mencari bantuan:

Teman atau keluarga adalah tempat untuk meminta saran, tetapi jika kamu mendapati diri sendiri mengulangi pertanyaan yang sama berulang kali karena merasa cemas, itu bisa menandakan OCD.

Gangguan dismorfik tubuh atau body dysmorphic disorder (BDD) adalah suatu kondisi yang terkait dengan OCD di mana orang terpaku pada bagian tubuh mereka yang mereka anggap abnormal atau tidak menarik. Biasanya ia membenci bagian hidung, kulit, atau rambut mereka. Tidak seperti gangguan makan, BDD tidak melibatkan fokus pada perubahan berat badan atau diet.

Pikiran obsesif yang terkait dengan BDD sangat mirip dengan yang terlihat pada OCD. Banyak orang dengan BDD juga memiliki OCD dan khawatir tentang kebersihan tubuh mereka selain tampilannya.

Kapan mencari bantuan:

Kurang menyukai bentuk hidung atau rambutmu sendiri mungkin wajar terjadi. Tetapi orang-orang dengan BDD dapat menghabiskan berjam-jam dalam sehari hanya untuk cermin.

"Kamu melebih-lebihkan hal ini bagi dirimu sendiri dan bagi orang lain, kamu mungkin menghindar berada di sekeliling orang lain," tutup Szymanski.

(ask/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads