Curhat Dokter Saat Diminta Palsukan Surat Sakit untuk Hari Kejepit

ADVERTISEMENT

Curhat Dokter Saat Diminta Palsukan Surat Sakit untuk Hari Kejepit

Suherni Sulaeman - detikHealth
Jumat, 11 Mei 2018 11:10 WIB
Dokter juga bisa dilema lho kalau pasien ngotot minta surat sakit (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Hari kejepit nasional alias harpitnas menjadi salah satu hari yang dibenci. Banyak yang kehilangan semangat dan memilih meliburkan diri alias bolos kerja. Alasannya 'tanggung' dan lain sebagainya.

Memang tak semua orang punya kelakuan seperti itu, tapi tak sedikit juga orang yang niat pergi ke dokter untuk meminta surat sakit secara resmi, meski orang tersebut tidak benar-benar sedang sakit.

Hal inilah yang terkadang membuat dokter dilema. Jika menolak memberikan surat sakit, bisa jadi itu memang sakit sungguhan. Namun, apabila diberikan begitu saja, khawatir disalahgunakan. Nah, bagaimana ya dokter menghadapi konflik batin tersebut?

"Sebenarnya setiap keluhan yang dikeluarkan pasien kalau memang benar pasti dari hasil pemeriksaan yang kita lakukan baik pemeriksaan fisik maupun penunjang biasanya akan menunjukkan tanda yang sesuai," kata dr Kevin William Hutomo, seorang dokter umum yang mengaku kebanjiran request surat sakit di setiap ada hari kejepit.



Contoh, pasien yang mengeluhkan diare. Saat dokter periksa pasti bunyi di usus akan lebih sering dibandingkan yang normal. Pasien yang bilang sakit mag, dari raut mukanya bisa terlihat saat dokter melakukan pemeriksaan di area perut.

"Benar-benar ada nyeri atau tidak di area ulu hati, dan sebagainya. Kalau sinkron, biasanya saya baru akan kasih surat sakit," pungkasnya seraya tertawa.

Apakah di sekitarmu ada yang pernah pura-pura sakit biar tidak perlu masuk di hari kejepit? Share pengalaman kamu di komentar.

(hrn/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT