ADVERTISEMENT

Jumat, 11 Mei 2018 18:33 WIB

Pura-pura Sakit di Hari Kejepit

Daripada Bolos Pakai Surat Sakit, Mending Cuti di Hari Kejepit

Nabilla Nufianty Putri - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Menggunakan surat sakit mungkin menjadi salah satu trik untuk bolos kerja di hari kejepit. Selain tidak pusing mengurangi jatah cuti, juga tidak ada beban potong gaji.

Akan tetapi, psikolog menyebut hal tersebut sangat tidak dianjurkan, terlebih berdampak buruk bagi image yang selama ini sudah dibangun dengan baik. Tidak ada salahnya jika mengambil jatah cuti dari pada mendapatkan pandangan buruk dari orang lain.


"Orang yang bolos dengan surat sakit mengindikasikan bahwa tindakan yang dilakukannya tidaklah terencana. Tindakan yang dilakukannya bersifat impulsif (tidak dipertimbangkan terlebih dahulu) dan reaktif (reaksi spontan terhadap sesuatu yang muncul)," ujar Veronica Adesla, Psikolog dari Personal Growth.

Lebih buruknya lagi, pekerja yang bolos dengan surat sakit seringkali dianggap tidak memiliki etos kerja yang kuat, bahkan memiliki manajemen konflik yang buruk.

"Orang-orang yang tidak memiliki mental dan etos kerja yang kuat, serta manajemen diri dan manajemen konflik buruk, memiliki potensi besar untuk melakukan ini (bolos kerja memakai surat sakit)," lanjut Veronica.

Berbeda dengan orang yang memiliki karakter sebaliknya. Orang-orang tersebut memiliki mental dan etos kerja yang kuat, serta manajemen diri dan manajemen konflik baik. Orang dengan karakter tersebut akan membuat perencanaan dahulu, bertanggung jawab dalam bekerja dan mengedepankan profesionalitas kerja.

Jika sudah terlanjur seperti itu,apa yang sebaiknya dilakukan? Di sini Veronica memberikan beberapa masukan bagi pelaku bolos maupun untuk pencegahan.

"Coba cari tahu, persoalan apa yang sesungguhnya dialami. Apakah kurang motivasi kerja , kebiasaan buruk berbohong, kebiasaan buruk bersikap reaktif, atau ada hal-hal lainnya. Fokus untuk menemukan solusi atas sumber persoalan di atas. Terbukalah untuk bercerita dan berdiskusi dengan orang yang kompeten dan berwenang untuk tahu dan dapat membantu," tutupnya.



(Nabilla Nufianty Putri/mrs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT