Jumat, 11 Mei 2018 19:45 WIB

Transformasi Bocah Tergemuk

Pesan Dokternya Aria: Ingat, Obesitas Itu Beda dengan Kegemukan

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Foto: Instagram
Jakarta - Walau terkesan sama, namun obesitas dan kegemukan adalah hal yang berbeda. Hal ini diutarakan oleh dr Handy Wing, dokter spesialis bedah dari OMNI Hospitals Alam Sutera, Tangerang yang menangani bocah obesitas viral asal Karawang, Aria Permana.

"Banyak cara untuk membedakan obesitas dengan kegemukan. Misal dengan cara mengukur lemaknya, macem-macemlah dan sekarang udah canggih. Tapi paling simpel ya itu, dengan indeks massa tubuh," tuturnya saat ditemui detikHealth, Rabu (9/5/2018).

Indeks massa tubuh atau body mass index (BMI) sering jadi tolak ukur apakah orang termasuk dalam kategori underweight (kekurusan), normal, overweight (kegemukan), atau obese (obesitas). Cara menghitung BMI adalah berat badan dibagi kuadrat tinggi badan dan standar BMI untuk orang Asia masuk ke level obese adalah 37,5.


Jika seseorang masuk dalam kategori overweight atau kegemukan, maka ia bisa berisiko terkena beberapa penyakit. Namun orang tersebut masih belum disebut berbahaya karena dapat menurunkan kembali berat badannya lewat diet dan olahraga yang tepat.

Akan tetapi, orang yang kegemukan jika tak segera dikontrol dapat masuk ke dalam kategori obesitas, di mana obesitas sendiri mempunyai tiga level awal. Orang yang termasuk dalam kategori tersebut biasanya akan kesulitan dalam menangani berat badannya.

"Tapi beda ya dengan orang atletis, kelihatannya badannya berat tapi ternyata otot semua. Jadi misal berat dia 100 kilogram, itu isinya massa otot dia semua. Jadi nggak awkward (aneh, hasil BMInya)," lanjutnya.

Dalam kasus Aria, atau yang sebelumnya ditulis dengan Ariya atau Arya, ia termasuk dalam kategori obesitas ekstrem. Oleh karena itu solusi terakhirnya untuk memangkas bobot adalah dengan menjalani operasi bariatrik atau penyempitan lambung yang telah ia lakukan tahun lalu, bobotnya kini turun hingga 83 kilogram.


[Gambas:Video 20detik]

(Frieda Isyana Putri/up)