Minggu, 13 Mei 2018 15:26 WIB

Menkes: Pemerintah Tanggung Biaya Pengobatan Korban Bom Surabaya

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Menkes Nila F Moeloek (Foto: Aisyah Kamaliah/detikHealth)
Jakarta - Aksi bom bunuh diri oleh sejumlah teroris di Surabaya memakan korban jiwa dan luka-luka. Menteri Kesehatan Nila F Moeloek menyampaikan duka cita atas insiden tersebut.

"Tidak ada alasan yang dapat dibenarkan dengan peristiwa pemboman yang mengakibatkan korban jiwa dan luka," kata Menkes Nila dalam pernyataan untuk media, Minggu (13/5/2018).

Hingga pukul 12.00, tercatat 43 orang korban luka telah ditangani di 8 rumah sakit di Jawa Timur. Sebanyak 14 orang di RS Bedah Surabaya, 5 orang di RS Siloam, 3 orang RSUD Dr Soetomo, 7 orang di RS RKZ, 1 orang di RSAL Dr Ramelan, 2 orang di RS William Booth, dan 5 orang di RS Premier Surabaya.

"Bagi para korban Pemerintah akan menanggung biaya pengobatan luka dan perawatan atas kejadian ini," kata Menkes Nila.

Polisi berjaga di salah satu lokasi bom di Surabaya.Polisi berjaga di salah satu lokasi bom di Surabaya. Foto: AFP Photo/JUNI KRISWANTO




Hingga sekitar pukul 14.41 WIB, tercatat 11 orang meninggal dalam serangkaian bom di 3 gereja di Surabaya, Jawa Timur, termasuk anak-anak. Ketiga bom meledak masing-masing di Gereja St. Maria Tak Bercela Jl. Ngagel Madya, GKI Diponegoro Jl. Diponegoro, dan GKI Wonokromo Gereja Jl. Arjuno.

(up/up)