Anemia pada remaja akan berdampak buruk pada penurunan imunitas, konsentrasi, prestasi belajar, kebugaran remaja dan produktivitas.
"Secara khusus, anemia di kalangan remaja perempuan lebih tinggi. Anemia pada remaja perempuan ini akan berdampak buruk dan lebih serius, mengingat mereka adalah calon ibu yang akan hamil dan melahirkan seorang bayi, sehingga memperbesar risiko kematian ibu melahirkan, bayi lahir prematur dan berat bayi lahir rendah (BBLR)," ujar dr Pattiselano Robert Johan, MARS, sebagai Plt. Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI, dalam seminar kesehatan dan gizi remaja, Selasa (15/05/2018), Jakarta Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anemia dapat dihindari dengan mengonsumsi makanan yang tinggi zat besi, asam folat, vitamin A, vitamin C, dan zinc, serta pemberian tablet tambah darah (TTD) yang juga bisa didapatkan dengan mendatangi puskesmas terdekat.
"Pemerintah memiliki program rutin terkait pendistribusian TTD bagi wanita usia subur, termasuk remaja dan ibu hamil," paparnya.











































