Rabu, 16 Mei 2018 18:25 WIB

Saran Dokter Agar Hipertensi Tidak Kambuh di Tengah Banyak Aksi Teror

Nabilla Nufianty Putri - detikHealth
Cara mencegah hipertensi di situasi penuh teror saat ini. Foto: Thinkstock Cara mencegah hipertensi di situasi penuh teror saat ini. Foto: Thinkstock
Topik Hangat Hari Hipertensi 2018
Jakarta - Akhir-akhir ini banyak peristiwa menyeramkan, mulai dari ledakan bom bunuh diri hingga baku tembak dengan teroris. Tak sedikit yang menjadi stres karenanya. Bagi pengidap hipertensi, risiko kekambuhan bisa saja meningkat.

Kepada detikHealth, dr Tunggul D. Situmorang, SpPD, KGH dari (Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia) membenarkan bahwa stres merupakan salah satu faktor pemicu hipertensi. Faktor risiko yang satu ini dapat dimodifikasi, yang artinya bisa dikelola sendiri pencegahan maupun penangannya.


Namun dr Tunggul menegaskan, stres itu tidak memiliki ukuran. Oleh karena itu seseorang harus bisa menyikapi sesuatu yang ada dengan proposional, termasuk ketika mendengar berita menyeramkan seperti peledakan bom oleh teroris.

"Stres tidak ada ukurannya, jadi menurut saya harus disikapi proposional," ujarnya.

Mengelola stres juga harus diimbangi dengan pengobatan yang benar. Selain itu, dr Tunggul juga menegaskan bahwa semua pengobatan hipertensi, apapun jenisnya, dipengaruhi juga oleh lifestyle changes atau mengubah pola hidup ke normal.

"Jadi jika gemuk (badannya) ya dikuruskan, tidurnya kurang ya ditambah, semua dikembalikan menjadi pola hidup normal," tuturnya.

Selain mengubah gaya hidup menjadi normal, harus juga harus selalu dikontrol tensi atau tekanan darahnya apakah sudah memenuhi target atau belum. Jika belum memenuhi target, maka obat-obatan juga diperlukan agar hipertensi tidak kambuh.

(Nabilla Nufianty Putri/up)
Topik Hangat Hari Hipertensi 2018
News Feed