Jakarta -
Dunia maya tengah dihebohkan dengan sebuah video syur yang disebut-sebut mirip Aryo Djojohadikusumo yang merupakan keponakan Ketum Gerindra, Prabowo Subianto.
dr Andri, SpKJ, FAPM, dari Klinik Psikosomatik RS Omni Alam Sutera beberapa waktu silam mengatakan demi kesehatan jiwa, sebaiknya penyebaran link video mesum tersebut segera dihentikan. Sebabnya, tidak semua orang menyukai pornografi dan ingin menonton video tersebut.
"Kalaupun kita dapat linknya, sebaiknya tidak usah dibuka dan jangan ditonton. Jangan juga disebar ke orang lain, cukup berhenti di kita saja, dan dihapus pesannya," tutur dr Andri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlebih, ada beberapa dampak buruk yang bisa terjadi ketika seseorang melihat tayangan video mesum seperti yang sudah dirangkum detikHealth berikut ini. Sebaiknya, jangan ikut-ikutan menonton dan menyebarkan ya.
Picu disfungsi ereksi
Foto: Getty Images
|
Gemar menonton video porno justru bukan memperbaiki kualitas seks Anda, justru bisa membuatnya jadi tambah kacau balau. Berbagai penelitian membuktikan adanya hubungan erat antara kebiasaan menonton video porno dengan disfungsi efeksi atau lemah syahwat. Dalam dunia medis, fenomena ini disebut porn-induced erectile dysfunction (PIED).Hmm kok bisa? Ketika menonton video porno, dopamin yang merupakan hormon 'happy' mengalami pelonjakan. Nah, ketika kepuasan seksual memuncak dan sampai di titik berlebihan, yang terjadi adalah kerusakan reseptor. Dampaknya, seseorang justru kehilangan gairah seksual yang jadi salah satu penyebab utama gagal ereksi.
Efeknya lebih besar dari pecandu narkoba
Foto: BBC Magazine
|
"Banyak orang yang mengabaikan dampak pornografi, padahal efek negatifnya lebih besar daripada narkoba dalam hal merusak otak. Tak hanya itu, pecandu pornografi juga lebih sulit dideteksi ketimbang pacandu narkoba," ujar Dr Mark B. Kastlemaan, pakar adiksi pornografi dari USA.Masih kata Dr Mark, pornografi dapat menyebabkan kerusakan pada lima bagian otak, terutama pada Pre Frontal Corteks (bagian otak yang tepat berada di belakang dahi). Sedangkan kecanduan narkoba menyebabkan kerusakan pada tiga bagian otak. Kerusakan tersebut berdampak pada penurunan prestasi akademik, penurunan kemampuan mengendalikan hawa nafsu dan berbagai peranan eksekutif otak sebagai pengendali impuls yang menjadi pembeda antara manusia dengan binatang. Wow!
Tidak ada gairah dengan pasangan
Foto: iStock
|
Tahu tidak kalau menonton pornografi secara berlebihan bisa berdampak buruk bagi kualitas hubungan. Menonton pornografi membuat stimulasi dopamin terjadi secara terus-menerus. Akibatnya, otak kehilangan kemampuannya untuk merespons tingkat normal dopamin.Bagi seorang pecandu pornografi, ini membuatnya perlu pengalaman yang bersifat ekstrem untuk bisa membuatnya terangsang. Dampaknya apa? Pecandu pornografi akan lebih terpuaskan dengan menonton film biru dibandingkan bercinta dengan pasangannya. Ouch.
Gemar menonton video porno justru bukan memperbaiki kualitas seks Anda, justru bisa membuatnya jadi tambah kacau balau. Berbagai penelitian membuktikan adanya hubungan erat antara kebiasaan menonton video porno dengan disfungsi efeksi atau lemah syahwat. Dalam dunia medis, fenomena ini disebut porn-induced erectile dysfunction (PIED).
Hmm kok bisa? Ketika menonton video porno, dopamin yang merupakan hormon 'happy' mengalami pelonjakan. Nah, ketika kepuasan seksual memuncak dan sampai di titik berlebihan, yang terjadi adalah kerusakan reseptor. Dampaknya, seseorang justru kehilangan gairah seksual yang jadi salah satu penyebab utama gagal ereksi.
"Banyak orang yang mengabaikan dampak pornografi, padahal efek negatifnya lebih besar daripada narkoba dalam hal merusak otak. Tak hanya itu, pecandu pornografi juga lebih sulit dideteksi ketimbang pacandu narkoba," ujar Dr Mark B. Kastlemaan, pakar adiksi pornografi dari USA.
Masih kata Dr Mark, pornografi dapat menyebabkan kerusakan pada lima bagian otak, terutama pada Pre Frontal Corteks (bagian otak yang tepat berada di belakang dahi). Sedangkan kecanduan narkoba menyebabkan kerusakan pada tiga bagian otak. Kerusakan tersebut berdampak pada penurunan prestasi akademik, penurunan kemampuan mengendalikan hawa nafsu dan berbagai peranan eksekutif otak sebagai pengendali impuls yang menjadi pembeda antara manusia dengan binatang. Wow!
Tahu tidak kalau menonton pornografi secara berlebihan bisa berdampak buruk bagi kualitas hubungan. Menonton pornografi membuat stimulasi dopamin terjadi secara terus-menerus. Akibatnya, otak kehilangan kemampuannya untuk merespons tingkat normal dopamin.
Bagi seorang pecandu pornografi, ini membuatnya perlu pengalaman yang bersifat ekstrem untuk bisa membuatnya terangsang. Dampaknya apa? Pecandu pornografi akan lebih terpuaskan dengan menonton film biru dibandingkan bercinta dengan pasangannya. Ouch.
(ask/up)